Kupas Prosedur Tepat Merawat Kulit bersama Dokter Reeza Edward Sp.DV

Essential things we need to know about skin treatment.

 

There are so many skincare products available out there as well as too many information accessible from just a finger tip. Sounds good for our skin treatment? This is indeed a double-edged sword. Di satu sisi, memang semakin luas, cepat, dan beragam akses untuk mendapat produk, jenis-jenis perawatan, juga info-info. Akan tetapi di sisi lain, melimpahnya opsi-opsi produk dan treatment serta sumber-sumber informasi bisa menciptakan kebingungan maupun kesesatan pengetahuan perihal cara tepat merawat kulit.

Lebih dari itu, bahkan mindset kurang bijaksana sebagai pasien pun akan membawa dampak kurang baik bagi proses perawatan kulit. Beberapa waktu lalu, The Editors Club menggali berbagai hal seputar proses perawatan kulit yang tepat bersama dokter Reeza Edward Sp.DV dari klinik Evitderma. Here it is and surely you don’t wanna miss a thing.

Usia berapa sebaiknya mulai melakukan perawatan anti-aging?
Sebenarnya secara medis tidak ada patokan atau batasan pasti tentang di usia berapa kita disarankan atau diwajibkan untuk melakukan perawatan anti-aging, seperti penggunaan skincare, laser dan sebagainya. Hanya saja secara teori, setelah melewati pertengahan usia ke 20-an, kulit mengalami penurunan fungsi, terutama perihal kolagen dan elastin yang ada di lapisan kulit. Mulai usia tersebut, setiap tahunnya kita akan mengalami penurunan kemampuan tubuh untuk menghasilkan kolagen sekitar 1% – 2%. Artinya nanti di usia 40-50 tahun, jika hal tersebut tak ditanggulangi dengan baik, maka kita akan kehilangan sekitar 40% – 50% dari total kolagen yang kita miliki.

Proses penuaan alamiah ini bisa semakin dipercepat atau yang disebut dengan penuaan dini (premature aging) akibat adanya faktor-faktor yang memperburuk, seperti sinar UV, pola makan dan pola tidur tak sehat atau juga pemakaian skincare yang kurang tepat. Tanda-tanda penuaan seperti sagging dan garis-garis kerut yang semakin dalam pun jadi terlihat lebih cepat timbul sehingga tampilan wajah menjadi lebih tua dari umur sesungguhnya.

Seperti apa yang dimaksud dengan penggunaan skincare yang tak tepat?
Saat ini orang dengan sangat mudah dapat membeli produk-produk skincare yang dijual bebas. Banyak yang suka bereksperimen sendiri dibanding konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Ini berisiko pada pemilihan produk yang tak tepat, juga penggunaan skincare yang tak tepat seperti pemakaian yang berlebihan dan sebagainya. Hal itu justru akan menimbulkan masalah-masalah lain mulai dari iritasi atau alergi atau yang lainnya.

Perawatan anti-aging apa yang disarankan untuk dilakukan sejak dini?
Sebelum usia 30 atau sebelum tanda-tanda penuaan mulai tampak jelas, mulailah perawatan dari yang basic seperti penggunaan skincare. Pemakaian skincare-nya pun dimulai dari yang basic, yakni cleanser, moisturizer, dan sunscreen. Selanjutnya bisa dikembangkan dengan produk-produk lain sesuai dengan target yang mau dicapai, atau dengan concern utama kulitnya, juga dengan tipe kulitnya (kering atau berminyak, sensitif atau tidak, mudah tanning atau tidak, dan lainnya). Seiring pertambahan usia, penggunaan basic skincare tersebut bisa ditunjang dengan perawatan lain seperti facial hingga laser.

Apa langkah-langkah yang tepat untuk melakukan perawatan kulit?
Idealnya adalah dimulai dengan skin check dengan dokter ahli, baik itu spesialis estetika ataupun sepsialis kulit dan kelamin. Oleh para ahli, kondisi kulit bisa dilihat dan dianalisis dengan benar, mulai dari jenisnya dan permasalahan-permasalahan apa yang terjadi. Dokter akan mulai dari konsultasi di mana anamnesis dilakukan, yaitu proses penggalian riwayat kesehatan termasuk juga aktivitas keseharian seseorang hingga kebiasaan hidup sehari-hari. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik di mana dokter melihat langsung kondisi wajah yang terkadang menggunakan alat-alat khusus. Dokter akan melihat secara detail kondisi kulitnya, dari tekstur, pigmen, elastisitas jaringan, dan sebagainya. Dari proses tersebut bisa dirancang rangkaian treatment paling tepat sesuai kebutuhan.

Kerap terjadi seseorang datang ke dokter kulit dan langsung meminta aesthetic treatment spesifik. Tepatkah hal seperti ini?
Sebagian orang terkadang datang ke dokter setelah melakukan riset sendiri dahulu, misal dengan browsing¬†internet, atau mendapat informasi dari teman maupun sumber lainnya, kemudian langsung meminta dokter melakukan¬†aesthetic treatment kulit yang ia mau. Bahkan ada yang kesannya ‚Äúmenodong‚ÄĚ padahal dokter belum memeriksa. Sesungguhnya secara ideal, proses konsultasi antara dokter dan pasien perlu berjalan dua arah.

Artinya, dokter di satu sisi bukan semacam diktator yang seratus persen menentukan apa yang terbaik untuk pasien dan tak memberi ruang bagi pasien untuk memilih. Pasien juga punya hak untuk memutuskan apa yang akan dilakukan untuk dirinya sendiri. Peran dokter adalah memberi penjelasan dan suggestion berdasarkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Melalui kompetensinya, dokter akan mengedukasi pasien tentang apa yang terbaik sekaligus memberi opsi-opsi untuk dipilih oleh pasien. Jadi tak bisa juga satu arah hanya dari keinginan pasien.

Pasien boleh saja datang ke dokter kulit dan menyampaikan keinginannya untuk melakukan perawatan estetika tertentu. Akan tetapi idealnya konsultasi dua arah tetap perlu dilakukan. Meskipun perawatan estetika bukan menyangkut hal berisiko tinggi atau perihal life saving, dokter tidak bisa begitu saja menuruti permintaan pasien dan seorang dokter tetap perlu make sure bahwa tindakan yang diambil adalah tindakan yang tepat lewat berbagai tahap termasuk konsultasi dua arah tersebut.

Konsultasi dua arah juga berguna untuk menyamakan persepsi antara dokter dan pasien agar tidak terjadi ekspektasi berlebihan dari pasien karena mungkin pasien telah mendapat informasi-informasi tidak tepat dari berbagai sumber tentang perawatan-perawatan kulit.

Berdasar pengamatan selama berkecimpung di bidang ini, apa hal-hal keliru yang Anda amati terjadi di masyarakat?
Salah satu yang tak bisa dipungkiri adalah banyaknya oknum, baik klinik maupun dokter itu sendiri, atau juga pihak-pihak non-medis dan bukan dokter yang menawarkan berbagai macam treatment dalam bentuk obat, suplemen, atau tindakan-tindakan yang tidak tepat secara klaim atau klaimya berlebihan sehingga menyesatkan konsumen dan pasien.

Selain itu jika bicara terkait aspek kesehatan, perlu diingat bahwa semua treatment yang dilakukan itu butuh proses dan memerlukan konsistensi. Untuk tawaran-tawaran yang hasilnya bersifat instan, hal itu entah sekadar klaim berlebihan (strategi iklan), atau result-nya cuma akan bersifat temporer, ataupun mungkin juga karena mengandung bahan-bahan berbahaya bahkan ilegal di dalamnya sehingga tak aman bagi kesehatan.

Dalam pengalaman saya pribadi, setelah saya memberi resep, terkadang pasien akan menanyakan bagaimana bila dikombinasikan dengan produk yang ia sudah punya. Karena hampir tak mungkin bagi dokter untuk menghafal begitu banyaknya produk, maka sebaiknya dibawa saja produk yang sudah dimiliki itu ke dokter untuk dilihat.

Sebagai bentuk edukasi pada pasien, yang selalu saya sampaikan kepada pasien adalah untuk juga belajar aware atas apa yang dipakai di rumah bagi kulitnya. Jangan memakai produk secara sembarangan hanya karena rekomendasi orang lain atau karena sedang hyped padahal tak mengerti apa sesungguhnya produk tersebut. Mulailah untuk membaca ingredients pada label maupun botol produk sehingga bisa lebih cerdas dan lebih responsible terhadap diri sendiri.

Di klinik Evitderma tempat praktik Anda, treatment apa saja yang bisa didapat?
Ada berbagai macam treatment di Evitderma. Untuk perawatan laser, ada laser untuk rejuvenation, laser untuk scar revision, laser untuk pembuluh darah, dan laser untuk pigmen. Sementara untuk pengencangan, ada yang menggunakan radio frequency, ultrasound, dan yang terbaru adalah Sofwave. Selain itu juga ada perawatan-perawatan dasar menggunakan produk skincare Evitderma.

Yang penting untuk dicatat adalah bahwa segala treatment itu berfungsi sebagai penunjang. Kecantikan kulit itu berasal dari kulit yang sehat. Otomatis perawatan kulit itu sesungguhnya berawal dari lifestyle keseharian. Kulit adalah organ tubuh yang merupakan satu kesatuan dengan bagian-bagian tubuh lain sehingga kesehatan tubuh secara general akan berdampak pada kulit yang sehat. Penting memperhatikan pola makan, pola tidur, mengelola aktivitas keseharian maupun tingkat stres, olahraga, dan penggunaan skincare yang tepat untuk menjaga kondisi kesehatan dan kecantikan kulit.