Some chic chocolates in a pretty cage.
If you’re a chocolate connoisseur, Valrhona Afternoon Tea at Alice, The Langham Jakarta is a must. We tried and it flew us to the dreamland of every child, sort of Willy Wonka’s wonder. Sebuah sangkar cantik bertingkat tiga diisi kreasi-kreasi menarik yang terbagi menjadi kategori sweet, savoury, dan scones. Mulailah dengan Apple Chestnut Bahibé.
Apple compote tersebut mendapat dinamika rasa krim chestnut yang membawa sebuah pleasing tone-down effect terhadap mousse berbahan Valrhona Bahibé milk chocolate 46%. Biji coklat terbaik yang digunakan untuk Bahibé berasal dari Republik Dominika. Namanya terinspirasi oleh Bayahibe Rose yang merupakan bunga nasional negara tersebut. Mitra lokal Valrhona di sana tergabung dalam proyek Cacao Forest yang mengadvokasi agroforestry di mana tanaman coklat ditumbuhkan bersama pohon-pohon lain demi alasan sustainability.
Valrhona Opalys white chocolate 33% yang di-whipped dibubuhkan ke Pain de Gênes dalam paduan raspberry crémeux. Sajian Raspberry Inspiration Pallet ini memiliki profil buah lebih jelas dibanding menu yang dicicip sebelumnya. Cita rasa fruity berlanjut dengan Malinko Praline bersapu masam segar stroberi dan yuzu. Among all creations, the pralines are the most “classic form” of chocolate served here. Taste coklat yang sedikit lebih dense ditemukan pada Orange Choux dengan Valrhona Caraïbe 66% dibuat sebagai whipped ganache.
Dibuat pertama kali pada tahun 1988, Caraïbe terinspirasi oleh biji coklat dari wilayah kepulauan Karibia seperti Ekuador, Jamaika, dan Togo. Paduan Caraïbe whipped ganache dengan orange gel di choux ini semakin kaya dengan tekstur crispy dari cocoa nib. Tumpukan dua sable cookies tampil elegan dengan bubuhan-bubuhan crémeux berbahan Valrhona Itakuja 55%. Palet passion fruit dari coklat tersebut dipertegas dengan mandarine passion fruit compote di bagian tengah masing-masing sable.
Nama Itakuja merupakan gabungan dari nama dua kota di Brazil yang dekat dengan perkebunan M. Libânio yang meproduksi coklat jenis itu untuk Valrhona. Kota pertama adalah Itacare, sementara yang kedua adalah Mara Kuja. Dalam bahasa lokal Tupi, mara kuja berarti markisa. Itakuja dihasilkan oleh teknik double fermentation di mana fermentasi traidisional tahap pertama dilanjutkan dengan fermentasi kedua yang menyertakan fresh fruit purée dari markisa.
Sweet treat dengan kandungan coklat tertinggi di afternoon tea ini adalah Millot Gateaux dengan komposisi hazelnut shortbread bertemu blackcurrant gel dan hazelnut praline whipped ganache. Kepekatan coklat di menu ini datang dari Valrhona Millot Dark Cocholate 74% yang menghasilkan premium taste. Biji coklat untuk Millot dipanen dari hanya satu perkebunan, yakni Perkebunan Millot di Madagaskar. Kerjasama Valrhona dan Millot sudah terjalin sejak tahun 1990.
Dalam mengudap suguhan-suguhan itu, sisipan savoury bites menjadi elemen jeda yang mengimbangi palet manisnya. Beberapa di antaranya merupakan wujud eksperimentasi kreatif tim Alice di mana coklat Valrhona dimanfaatkan sebagai salah satu ingredient. Dalam Foie Gras Cone yang crunchy bisa ditemukan kilasan rasa coklat dari penggunaan cocos butter. Sementara mushroom tartlet bernama Forest diinjeksi dengan chocolate oil 64%.
Kreasi croissant yang bisa untuk sharing sebaiknya juga tak Anda lewatkan. Butter croissant yang dijual terpisah ini hadir dengan lima pilihan saus: Opalys Coconut White Chocolate, Caramel Passion Fruit Milk Chocolate, Irish Coffee Chocolate, Alice Signature Raspberry Chocolate, dan Dulcey Kalamansi – the light fresh one that we tried. Untuk kreasi minuman, terdapat 3 pilihan varian dingin dan 2 varian hangat. Minuman-minuman tersebut menggunakan produk coklat dari brand Prancis kelahiran 1922 tersebut yang telah mengantongi sertifikasi B-corp sejak 2020.
Set Valrhona Afternoon tea di Alice dapat pula dipadankan dengan teh premium Dammann Frères untuk sesuatu yang lebih light.