Kecantikan Mawar di Desain Bespoke Rolls-Royce Phantom

Reflecting the taste of its patron.

 

It took me 35 years to achieve that dream,” ucap Ayad Al Saffar mengenai mobil Rolls-Royce yang ia miliki. Bagai memberi tribute atas kesuksesan hasil jerih payahnya, pengusaha jam tangan di Swedia berdarah Lebanon itu memilih layanan Bespoke untuk mobil impiannya. Bunga menjadi tema utama.

Menurut Rolls-Royce Bespoke designer, Ieuan Hatherall, kecantikan kebun mawar saat sedang merekah memukau sang patron hingga ia memilih tema bunga tersebut. “There is a transcendent beauty when a rose garden is in full bloom. The commissioning patron wanted to create that same feeling of awe; an abundance of flowers to lift the spirit and celebrate nature’s decadent beauty,” ucap Hatherall.

Pada Phantom milik Al Saffar, inspirasi bunga mawar mewujud pada satu juta jahitan bordir. Rupa-rupa mawar tersebut bervariasi dalam hal tahap perkembangannya. Yang patut dicatat mengenai mobil tersebut ialah bahwa mawar yang menjadi referensi desain adalah mawar khusus Rolls-Royce. Mawar itu bernama Phantom Rose.

Phantom Rose dibudidayakan hanya di Rolls-Royce’s Global Centre of Luxury Manufacturing Excellence, Goodwood, West Sussex, Inggris. British Rose breeder Philip Harkness, sosok di balik award-winning Harkness Roses, menumbuhkan Phantom Roses secara khusus untuk Rolls-Royce Bespoke Collective. Keluarga Harkness telah melakukan breeding roses sejak 1879.

Phantom Rose tumbuh di area yang didesain secara khusus dengan lavender di pinggirannya dan berada di dekat sebuah adjacent kolam. Bespoke designers dari Rolls Royce dapat melihat kebun tersebut dari jendela gedung saat mereka bekerja. Phantom Rose memiliki warna creamy-white flower nan blousy. Saat mekar, jumlah kelopaknya mencapai 50 helai dengan wangi semerbak. Harkness menyebut bahwa butuh waktu 8 tahun untuk memformulasi bunga tersebut. Nurtured specially for a special marque.