Karir Pierre Cardin dalam Dokumenter Retrospektif

From the space age to the democratic fashion.  

 

Nama Pierre Cardin mungkin terdengar asing dan familiar di waktu yang sama. Siapakah ia sebenarnya? Pengaruh yang ia miliki di dunia fashion, terutama dalam mode laki-laki, begitu besar, namun tak banyak yang kita ketahui tentang dirinya. Di sinilah, film dokumenter “House of Cardin” yang rilis beberapa waktu lalu menceritakan kisah karir desainer Pierre Cardin. Film ini juga menyertakan klip wawancara dengan Cardin sendiri, dengan para close collaborators, protégé-nya Jean-Paul Gaultier dan Philippe Starck, serta bintang-bintang seperti Naomi Campbell dan Sharon Stone yang pernah bekerjasama dengannya. 

Cardin dikenal sebagai desainer tampilan Space Age dari tahun 1960-an, but this documentary will offer more insights on the designers’ works. Rancangan-rancangannya telah menjadi salah satu fondasi dari modern fashion abad ke-20. Setelah datang ke Paris pada tahun 1950-an dan menggali pengalaman di bawah Christian Dior, Cardin kemudian menemukan visi radikalnya sendiri tentang konsep chic. His ideas were sleek, graphic clothes that looked like it came from another cosmos. 

Selain itu, Cardin juga merupakan pendukung dari diversitas dalam fashion. Model Jepang Hiroko Matsumoto adalah muse-nya. It was a groundbreaking choice at the 1960s Parisian fashion scene. Cardin juga salah satu pengusung konsep ready-to-wear, sebuah ‘pemberontakan’ yang mengakibatkan ia dikeluarkan dari Chambre Syndicale de la Haute Couture. In this context, he’s ahead of Yves Saint Laurent.

Sebelum Cardin membawa koleksi menswear ke catwalk, men’s fashion hanya ditemukan di toko penjahit atau department store. Through his decision to put men on the catwalk, Cardin showed that men can be fashionable, too. Salah satu dari desain ikonik Cardin adalah kemeja tanpa kerah yang dikenakan oleh The Beatles pada tahun 1963, sebuah desain yang membuka pintu untuk para laki-laki bereksperimen dengan apa yang mereka kenakan.

Kiprah Cardin sangat luas. Pada tahun 1970-an, sang desainer membuka Espace Cardin, sebuah venue di Paris yang dapat digunakan untuk teater avant-garde dan performing arts. Merupakan salah satu pelopor dari konsep licensing (aksi yang terbilang tabu di dunia mode Paris saat itu), Cardin mengekspansi lini produknya ke furnitur, kacamata (this one was worn by Bond in ‘For Your Eyes Only’), botol minum, gembok sepeda, ballpoint pen, dan masih banyak lagi.

Melalui film restrospektif ini, Cardin sendiri juga memberikan komentarnya terhadap momen-momen bermakna dalam karirnya. Visinya selalu sama – untuk menghadirkan fashion secara demokratis, tanpa diskriminasi, dan bukan hanya untuk segilintir kelompok eksklusif.