IWC Schaffhausen Dukung Kompetisi Electric Flying Cars Pertama Dunia

The future is electric.

 

Di masa depan, lalu lintas udara tampaknya tak lagi hanya diisi oleh penerbangan pesawat. Di level ketinggian lebih rendah, pemandangan mobil-mobil terbang mungkin akan menjadi hal yang lumrah. Setidaknya cikal bakal hal tersebut sudah mulai terlihat sejak kini dengan hadirnya Airspeeder, seri pertandingan electric flying cars pertama di dunia. Watch maison IWC Schaffhausen resmi menjadi bagian dari proses pengukiran sejarah masa depan tersebut melalui kerjasama engineering dan time keeping bersama platform balap mutakhir itu.

Time and again, IWC has enabled dreams and nurtured innovation. Like us, they see beyond the known horizon towards something different, bolder and more inventive,” ucap pendiri Airspeeder, Matt Pearson, mengenai kerjasama antara kedua pihak. Sambungnya, “This commitment to progress is something we also value, and we are delighted that the entire team at Schaffhausen believes in our vision…I can’t wait to see what we can achieve together.” Hal senada juga diungkap oleh CEO IWC Schaffhausen, Christoph Grainger-Herr. Ia mengatakan, “We have always equipped and inspired those who dare to dream. We are proud to collaborate on an endeavour that will make such a progressive impact on society.

eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing) craft hasil manufaktur Alauda – pembuat performance electric flying car pertama di dunia milik Pearson – yang dikelola oleh tim-tim individual serta dioperasikan oleh pilot-pilot handal akan berkompetisi satu sama lain di ajang global Airspeeder.  Mobil-mobil tersebut akan terbang di ketinggian hingga 40 m di atas tanah dengan kecepatan maksimal 200 km per jam. Pertandingan di udara ini akan berlangsung pada sebuah track yang dibuat secara elektronik. Acara yang hingga kini belum diungkap jadwalnya ini akan disiarkan secara global.

Kendaraan yang berlaga di Airspeeder disebut dengan speeder. Prototipe berskala kecil dari kendaraan tersebut pertama dibuat pada tahun 2017 dan terus-menerus dikembangkan serta diujicoba hinga kini. Yang terbaru adalah Mk3 yang merupakan fully functional electric flying racing car pertama di dunia. Tampil berestetika sportscars era 1950’an yang dikombinasikan dengan racing drones, speeders yang dikendalikan secara remote ini memiliki layout rupa octocopter, airfoil-profiled rotor arms, cutting-edge carbon-fibre composites, dan teknologi EV battery terkini. Inovasi fitur keselamatan yang tersemat pada vehicle ini mencakup LiDAR dan Radar collision avoidance systems. Saat ini juga tengah digarap Mk4 yang didesain untuk dikemudikan oleh pilot secara langsung.

Kompetisi mobil terbang elektrik ini bukan hanya sekadar ajang unjuk gigi bidang teknologi. Misi Airspeeder dalam mendorong pengembangan teknologi eVTOL melalui sport competition ialah terciptanya transformasi mobilitas udaraurban di masa depan sebagai clean-air electric vehicle (EV) solution.