Inside the Dolce & Gabbana China Drama

Bermula dari sebuah campaign kontroversial, Dolce & Gabbana menemukan mereka dalam untaian masalah. Here’s the lowdown on what happened.

 

Pada tanggal 19 November lalu, Dolce & Gabbana merilis sebuah video campaign di media sosial menjelang #DGTheGreatShow yang akan diselenggarakan di Shanghai. Dari video itulah kontroversi dimulai. Berjudul Eating with Chopsticks, video tersebut memperlihatkan seorang model China yang berusaha memakan makanan-makanan tradisional Italia dengan… sumpit. Diiringi dengan Chinese subtitles yang dapat diterjemahkan menjadi “Ini masih terlalu besar untukmu, kan?”. Ironisnya, salah satu hashtag yang tertampang adalah #DGLovesChina.

Reputasi Stefano Gabbana sebagai ‘Instagram bully’ (dirinya pernah berkomentar “Cheap!” pada foto Chiara Ferragni dan “Ugly!” pada foto Selena Gomez) pun tidak membantu sang rumah mode Italia dalam situasi ini. Menyusul penghapusan campaign tersebut dari Weibo adalah serangkaian screenshot DM antara seorang follower Diet Prada (akun fashion yang mengemukakan masalah ini mulai dari permulaannya) dengan Gabbana. Pada pembicaraan mereka, Gabbana mengatakan berbagai pernyataan yang rasis, seperti “China Ignorant Dirty Smelling Mafia” hingga “Negara yang *5 poop emoji* adalah Cina.”

Tidak hanya merilis sebuah campaign yang tone-deaf, sang desainer juga mengutarakan kata-kata yang tak pantas – dan internet memiliki semua buktinya. Yang terjadi berikutnya adalah sebuah PR nightmare. Sejumlah selebriti China seperti Zhang Ziyi, Li Bingbing, Wang Xiaoming, dan Donnie Yen menyatakan bahwa mereka tidak akan menghadiri show sang brand. Amarah para netizen China meluap-luap di Weibo. Para model-model membatalkan penampilannya di catwalk. Pernyataan Gabbana bahwa seorang hacker yang mengirim pesan-pesan dari akun dia tidak membantu.

Alhasil, D&G The Great Show pun akhirnya batal. Dalam sebuah post yang di-share Diet Prada, komentar “DG – Dead & Gone” tertulis pada foto kondisi backstage yang berantakan.

The situation went from bad to worse ketika reputasi Dolce & Gabbana mengalami nosedive di mata para wholesaler. Sejajar distributor berbasis Cina seperti Tmall, JD.com, Suning Tesco, Netease Koala, dan Vipshop mencopot produk-produk D&G dari platform mereka. Sehari kemudian, grup Yoox Net-a-Porter mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan distribusi produk D&G ke area Greater China.

Apakah yang akan menjadi perkembangan baru dari situasi ini, kami belum bisa mengatakan. Sekarang, yang dapat kita lakukan hanyalah untuk memantau update terbaru di tempat di mana semua dimulai: media sosial.