Industri Mode Merespon #BlackLivesMatter

“When silence is betrayal,” as said by Martin Luther King Jr.

 

Di kala pandemi coronavirus menyeret manusia untuk berefleksi tentang relasinya dengan alam, kasus kematian tragis black man George Floyd di kaki white police officer Derek Chauvin menghantam kesadaran masyarakat global akan suramnya wajah peradaban yang masih diwarnai oleh diskriminasi dan kekerasan dalam ragam rupanya. Melihat situasi perkara di lapangan – bahwa korban bahkan tidaklah bersenjata – tindak menekan leher seseorang hingga hampir sembilan menit yang berujung tercabutnya nyawa tidaklah dapat dibenarkan. Parahnya, kejadian ini menjadi bagian dari kasus-kasus serupa yang menggambarkan kecacatan kemanusiaan yang struktural di suatu negara. Berkaca pada sejarah tentang bagaimana orang kulit hitam diperlakukan, ramai-ramai orang berseru: “Black Lives Matter!

Kebudayaan masyarakat kulit hitam jelas menyumbang banyak pada khasanah kultur kehidupan manusia secara menyeluruh. Industri mode adalah salah satu yang turut menikmatinya. Today’s notion of coolness is so much influenced by black culture of music, dance, sport, style, etc. Wajar saja bila kemudian banyak yang mempertanyakan bagaimana bidang usaha ini merespon situasi yang tengah terjadi. Hal ini pun semakin menjadi sorotan karena dunia mode belakangan gencar menyerukan keberagaman dalam berbagai hal, termasuk keberagaman warna kulit, akibat intensnya kritik akan isu-isu tersebut. Ketika diversity menjadi topik yang terus diangkat di industri fashion saat ini, maka sudah sepantasnya juga berbagai brand dan desainer memberikan respon perihal #blacklivesmatter.

Grup usaha Kering yang membawahi Gucci, Saint Laurent, Balenciaga, Alexander McQueen, Brioni, menyatakan akan berdonasi pada National Association for the Advancement of Colored People (NAACP) yang melawan diskriminasi berbasis ras, dan kepada Campaign Zero yang fokus mengurangi kekerasan polisi. “We will not stand by silently,” sebut keterangan resmi Kering yang juga mengatakan “words alone are not enough.” Dalam keterangan yang sama, Kering menyatakan komitmennya untuk mengembangkan inisiatif dan program-program internal untuk meningkatkan respek, kesetaraan, dan keadilan.

Sementara itu, LVMH yang menaungi banyak brand, mencakup Loewe, Louis Vuitton, Fendi, Celine, Dior, Givenchy, Kenzo, Marc Jacobs, dan Fenty, mengatakan bahwa grup usaha itu akan meningkatkan upaya untuk melawan unconscious bias dan membantu label-label di dalamnya untuk mempromosikan kesetaraan di lingkungan kerja. Dalam sebuah internal memo berjudul “Dignity, euality, and inclusion”, seperti dilaporkan situs WWD, CEO LVMH Amerika mengatakan, “What we have witnessed over the past few days tells us that we must strive to do even more — to ensure that racism and prejudice never find a place in our group.

We Raise our voice and continue to work with our Diversity and Inclusion Council to fight for racial justice everywhere,” tulisan akun Instagram Prada. Diesel yang berada di bawah induk usaha OTB dimana brand Marni bernanung juga mengunggah post Instagram yang mengatakan, “Be vocal about the social injustices of race, religion, gender, origin, everywhere around the world. Fight for equality, celebrate diversity, be tolerant, build a dialogue. Violence is not the answer. Silence is not an option.

Burberry melalui akun Instagram menuliskan, “At Burberry, we have made a commitment to fostering a culture of inclusion, equity, and belonging. Now more than ever, we stand strongly by it, informed by each other and our Diversity and Inclusion Councils. As allies, we are adding our voice to call for the change that is needed. As part of this we will be making a donation to Black Lives Matter.Brand Stella McCartney yang terkenal aktif berbicara soal lingkungan juga ikut bersuara. Label tersebut akan memberi donasi kepada NAACP.

GAP Inc dengan brand GAP dan Banana Republic menyumbang sebesar 250 ribu dollar kepada NAACP dan EmbraceRace. Hal serupa juga dilakukan oleh Calvin Klein yang mendonasikan dana kepada NAACP dan American Civil Liberties Union (ACLU). Kontribusi dana kepada NAACP dan ACLU juga datang dari brand Altuzarra. Selain kepada dua lembaga itu, Altuzarra juga memberikan sumbangan kepada Black Visions Collective dan George Floyd Memorial Fund. DKNY dan brand lain di bawah payung G-III Apparel Group mengalokasikan donasinya untuk UNCF dan organisasi-organisasi lain dalam upaya mengikis ketidakadilan sosial. “We will stand together to fight against injustice and inequality,” ungkap label tersebut.