Hadapi Tantangan Pandemi, Hugo Boss Fokus di Casualwear

Taking a break from tailoring.

 

Hugo Boss merancang strategi baru untuk beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19. Dikenal dengan kreasi tailoring yang sharp dan modern, brand asal Jerman ini membidik kreasi athleisure dan casual wear. Langkah ini merupakan aksi atas pukulan keras yang telah menyebabkan Hugo Boss mengalami penurunan penjualan hingga 33 persen dan kehilangan keuntungan sebesar 1,36 miliar Euro. 

Proses penyesuaian diri Hugo Boss merunut pada kesuksesan sebelumnya ketika berkolaborasi bersama Russel Athletic, sebuah sportswear brand Amerika dan perilisan koleksi kapsul bersama juara tinju kelas berat Inggris, Anthony Joshua, yang hadir dengan napas sporty nan dinamis. “And even if formalwear is in our DNA, we are definitely building this segment [athleisure dan casualwear] up. We want to make it clear that Boss is more than a classic suit,” terang Yves Muller Chief Financial Officer Hugo Boss kepada WWD.

Strategi ini juga terwujud di presentasi koleksi terbaru Spring/Summer 2021 Hugo Boss yang berfokus pada spirit sporty, nuansa kasual dan kesan youth. Di Tiongkok, Hugo Boss mulai berhasil membuat penjualan meningkat hingga 27% dimulai dari bulan Oktober 2020 silam. Langkah lain adalah membenahi penjualan e-commerce yang telah menyumbang 10% dari revenue. Targetnya, website Hugo Boss akan bisa diakses di 47 negara di dunia hingga akhir tahun ini yang mencakup Rusia hingga Korea Selatan.