Hadapi New Normal dengan Masker Desainer Indonesia

Stay safe, stay stylish!

 

Fenomena pandemi Covid-19 tak menghalangi kreativitas untuk berkarya. Hal ini dibuktikan oleh para desainer mode Indonesia dengan merilis face mask yang bisa menjadi bagian estetik hidup Anda dalam menjalankan aktivitas sekaligus menjaga kesehatan dalam tatanan normal baru atau the new normal.

Desainer Ghea Panggabean, melalui label rintisannya Ghea Fashion Studio, menjadi salah satu figur yang berinisiatif menjawab tantangan pandemi ini dengan kreativitas. “Pada saat awal wabah Corona mulai dan masyarakat diminta untuk menggunakan masker maka muncullah ide buat (face mask) dari sisa-sisa bahan motif saya. Awalnya dari kain motif jumputan,” ungkap Ghea Panggabean kepada The Editors Club.

Berikut ini adalah kurasi masker rancangan desainer-desainer mode tanah air yang dapat memberi sentuhan stylish – mulai dari vivid print hingga aksen applique beads nan posh – pada aktivitas keseharian Anda dalam the new normal.

 

Biyan

Keindahan tanah Sumba menginspirasi Biyan Wanaatmadja untuk merilis koleksi bertajuk Humba Hammu pada beberapa tahun lalu. Terjemahan koleksi tersebut kini hadir dalam versi face mask warna netral seperti white, beige, indigo dan hitam yang diberi dekorasi indah dalam rupa bordir dan motif bunga bersama aplikasi beads yang exquisite. Dalam model dan warna tertentu, face mask Biyan tampil unisex untuk bisa dikenakan oleh laki-laki.

 

Edward Hutabarat

Ulos Harungguan yang identik dengan kaum royal leluhur tanah Batak juga menjadi menjadi inspirasi Edward untuk merilis non-medical grade face mask. Kekompleksan motif wastra tersebut  – dimana dalam satu lembar ulos  terdiri dari ragam motif seperti motif Sibolang, Ragi Hotang, Mangiring, Bolean hingga Suri Suri Ganjang – membuatnya bisa menampilkan motif-motif berbeda ketika dikreasikan menjadi face mask. Tidak hanya Ulos, batik megamendung Cirebon (as in the picture) dan kain lurik turut dikreasikan desainer kelahiran Tarutung ini menjadi masker.

 

Ghea Fashion Studio

Ghea Panggabean mentransformasi eksplorasinya akan kain motif khas Indonesia seperti jumputan hingga wayang beber untuk merilis face mask perdananya yang washable. Versi eksklusif dari face mask ini hadir dalam lini Ghea Gold, yang diberi aksen bordir dan gold print untuk bisa dikenakan secara senada dengan rilisan busana terbaru Ghea Fashion Studio.

 

Hian Tjen

Hian Tjen mengajak pecinta koleksinya untuk tetap kreatif mengekspresikan diri. Ia merilis kampanye di media sosial bersama sejumlah selebriti dan fashion influencer dengan kreasi face mask eksklusif. Face mask bermotif flora dan fauna ini tampil exquisite dengan material silk yang diberi aksentuasi kristal Swarovski, sequins hingga embroidery nan glamor, namun washable.

 

Mel Ahyar

Pandemi Covid-19 menantang Mel Ahyar untuk bernarasi. Ia pun mewujudkannya lewat kreasi face mask bertajuk Oasis. Face mask tersebut tampil artsy dengan intricate embroidery warna cerah bermotif flora. “Kita melihat, dengan memakai masker (justru) kita bisa bernafas dengan tenang,” jelas Mel Ahyar secara singkat tentang pentingnya penggunaan masker.

 

Sejauh Mata Memandang

Fokus sebagai brand yang mencintai alam, Chitra Subyakto memanfaatkan kain perca dari koleksi-koleksi terdahulu untuk merilis kreasi face mask kain. Tampil dalam nuansa membumi lewat palet warna dan motif-motif nature, face mask Sejauh Mata Memandang dirilis secara versatile dalam dua model berbeda. Yakni tali kain aksen lipit yang adjustable untuk bisa dikenakan oleh pengguna modest wear dan model fit-face dengan tali rubber untuk bisa digantungkan di telinga.

 

Selain keenam desainer tersebut, beberapa perancang Indonesia lainnya yang juga membuat masker adalah Sapto Djojokartiko, Didiet Maulana, Denny Wirawan, Ivan Gunawan, Rinda Salmun, Stella Rissa, dan label Bin House. Para desainer tersebut terlibat dalam program atau gerakan sosial untuk menangani pandemi coronavirus.

Salah satunya adalah gerakan #AyoPakaiMasker yang diikuti Sapto Djojokartiko, Bin House, Sejauh Mata Memandang, Mel Ahyar, Rinda Salmun, Ivan Gunawan, dan beberapa nama lain. JD.ID yang beberapa waktu lalu meluncurkan program Designers Give Back merangkul Studio 133 Biyan, Sapto Djojokartiko, Aidan & Ice, Denny Wirawan, Ghea Panggabean, Sejauh Mata Memandang, Ikat Indonesia by Didiet Maulana, dan nama-nama lainnya untuk membantu menangani situasi pandemi Covid-19.