Generasi ke-9 Martell Populerkan Noblige sebagai Elemen Dasar Koktail

A canvas fit for your cocktails.

 

Keputusan Jean Martell meninggalkan Pulau Jersey, British Crown Dependency, dan hijrah ke Prancis membuka jalan bagi kelahiran sebuah kultur minuman baru. Pada tahun 1715 di kota Cognac, ia menjadikan Martell sebagai salah satu brand minuman cognac generasi tertua yang terus memperkaya drinking culture dari masa ke masa. Merupakan minuman di pelantikan King George V of England dan menjadi anggota asosiasi French luxury Maisons Comité Colbert, elegansi Martell selalu dihadirkan dalam tiap variannya. Termasuk juga Noblige yang memulai debut pada dekade 80’an sebagai simbol kontemporer dari French expression “Art de Vivre” atau “art of living”.

Lini yang kini tampil dengan desain botol baru tersebut mendapat namanya dari referensi atas ungkapan aristokratik Prancis “Noblesse oblige” yang berarti nobility obligates. Maknanya ialah bahwa mereka yang punya superioritas berkewajiban untuk membantu yang lemah dan berkekurangan. Mirip dengan kutipan populer “With great power comes great responsibility” yang diucap Uncle Ben kepada Peter Parker dalam fiksi Spiderman. Noblige yang secara teknis masuk ke kategori VSOP atau Very Superior Old Pale – masa maturasi minimal 4 tahun – memiliki karakter lebih kompleks berkat percampuran lebih dari 100 eaux-de-vie (in this case is wine spirit) dengan asal wilayah berbeda-beda, yakni the finest terroirs di region Cognac.

Beberapa waktu lalu, The Editors Club memenuhi undangan acara yang dihadiri langsung oleh Amaury Firino Martell – generasi ke-9 dari keluarga Martell – untuk perkenalan Noblige Bespoke Cocktails. Ini merupakan cara dari label minuman yang berada di bawah naungan Pernod Ricard tersebut untuk selalu beresonansi dengan dinamika gaya hidup kontemporer. “With Noblige, we celebrate our rich heritage by inspiring a new era of cognac creativity,” ungkapnya. Seperti dijelaskan Alexandre Combescot, Martell Global Brand Ambassador, Noblige yang berkarakter strong dan smooth memiliki versatilitas untuk diinterpretasi ke dalam berbagai jenis koktail. Kepada The Editors Club, ia menyebut bahwa Noblige adalah tipe cognac paling tepat untuk menjadi elemen dasar koktail.

Seri Noblige Bespoke Cocktails diracik oleh mixologist Bule Mirwansyah dari Union Group. Noblige Coffee yang terinspirasi coffee culture di masyarakat masa kini hadir dengan sapuan eksotika biji kopi Indonesia. Dengan komposisi 30 ml coffee liqueur untuk setiap 40 ml Noblige, koktail ini memiliki nuansa yang easy going namun tetap terasa elegansinya nan subtle. Sugar and salt rim di bibir coffee glass menambah lapisan sensasi kala menyesap minuman tersebut. Selanjutnya, Between The Martell memadukan citarasa Havana Club, Triple Sec, simple syrup, juga lemon juice. Shake it dan tuangkan ke gelas coupette berisi buah peach untuk tampilan yang cantik.

So, here you are with 2 types of cocktails suitable for a holiday celebration. If these cognac-based cocktail match your taste, maybe you want to also consider other types of Martell to be served neat. Dari segi usia maturasi, varian Martell termuda adalah VS atau Very Special yang disimpan selama 2 tahun. Ini adalah batas minimal untuk sebuah produk minuman bisa disebut sebagai cognac (selain tentunya harus memenuhi sarat pembuatan menggunakan anggur di terroirs Cognac). Di kategori usia minimal 4 tahun, selain Martell VSOP dan Martell Noblige, terdapat pula Martell Distinction.

Kategori lebih tua ialah XO atau Extra Old dengan minimal proses maturasi selama 10 tahun. Pada kategori inilah Martell Cordon Bleu yang terkenal berada (tentunya bersama dengan Martell XO). Cordon Bleu yang perdana muncul pada tahun 1912 dibuat dengan kombinasi lebih dari 100 eaux-de-vie. Bila ingin sesuatu yang extraordinary, Anda bisa memilih kategori XXO yang usia pematangannya minimal 14 tahun. Di kelas ini ialah Martell Chanteloup XXO dengan campuran 450 eaux-de-vie yang sangat tua. Need a top notch? Go for L’Or de Jean Martell, a unique blend of more than 700 rare eaux de vies (and more than 400 of them are extremely rare, with some aged for more than a century in the famous Jean Martell cellar).

Kesamaan dari produk-produk Martell ialah wadah yang digunakan dalam proses ageing. Entah itu menggunakan anggur dari crus atau vineyards areas Borderies, Grande Champagne, Petite Champagne, Fins Bois, maupun kombinasinya, hasil distilasi gandanya akan disimpan di fine-grained French oak barrels. Menjadi keunikan brand Martell, hanya clear wine yang bebas lees dan sedimen yang digunakan untuk proses distilasi. Master Distiller dan timnya akan memantau proses distilasi terkait ketepatan waktu dan temperatur. Setelah proses aging dari hasil distilasi dirasa cukup, barulah dilakukan blending. Cognac setidaknya merupakan campuran dari 2 eaux-de-vie. Inilah craftsmanship yang dilakukan Martell untuk menjaga kualitas cognac buatannya.