Gender Fluidity Jiwai Koleksi Louis Vuitton Spring/Summer 2021

Dissolving the masculine and the feminine.

 

Ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, insan-insan kreatif mode banyak yang menggali inspirasi dari tema mengenai semangat dan harapan. Tentu saja kedua hal tersebut memang dibutuhkan oleh masyarakat global. Akan tetapi akan menjadi tidak bijak pula bila isu-isu lain ditinggalkan begitu saja. Nicolas Ghesquière untuk koleksi Louis Vuitton Spring/Summer 2021 memilih untuk kembali melihat topik krusial era kini selain dari pandemi coronavirus, yakni gender fluidity.

Beberapa pertanyaan yang ia ajukan seputar tema itu dalam proses merancang koleksinya ialah “What does an in-between garment look like? What kind of cut can dissolve masculine and feminine? What wardrobe might s/he look good in?” Rancangan-rancangan hasil refleksi terhadap pertanyaan-pertanyaan itu ditampilkan pada sebuah peragaan busana yang berlangsung di department store bersejarah La Samaritaine – bangunan dari tahun 1870 yang kini dimiliki oleh LVMH itu direncanakan akan dibuka kembali tahun depan.

Spirit era 80’an tampak hadir pada koleksi Louis Vuitton kali ini. Contohnya adalah boxy T-shirt dress dengan print yang bold dan colourful. Selebihnya adalah eksplorasi kreativitas Ghesquière yang tak perlu dipertanyakan lagi. Mulai dari aksen-aksen eksperimental sebagaimana tampak pada bentuk pita pada sebuah oversized cropped-top hingga penggunaan kombinasi bahan dalam sebuah piece rancangan seperti yang terlihat pada sebuah bomber jacket warna netral. Di atas segalanya, tujuan sang creative director untuk membuat kreasi-kreasi yang bersifat gender-fluid pun berhasil. You can imagine his designs in this collection worn stylishly by any types of gender.