Enrico Serafino, Cita Rasa Premium Wine Italia

It puts consideration on sustainable farming too.

 

A fine dinner would be a failure if the wine is not fine enough. This kind of nightmare would not happen when Enrico Serafino is served on the table. Merk wine asal Italia ini Рyang The Editors Club suguhkan dalam acara exclusive dinner bersama Maserati akhir tahun lalu di Four Seasons Jakarta Рtak sekadar menjadi pelengkap bagi menu racikan Chef Marco Violano. It’s one of the stars that stealth the spotlight, and there are valid reasons for it.

Enrico Serafino hadir sejak 1878. Saat itu, winemaker Serafino yang berusia 23 tahun merealisasikan mimpinya untuk memproduksi luxury wines (white wine, red wine, sparkling wine) di vineyard terbaik di Piemonte (Piedmont). Wines pertama yang dirilis adalah Barolo, Barbaresco, Asti, dan Regina Brut. Kini cellar dari wines tersebut merupakan active cellar tertua di area tersebut. Seiring berjalannya waktu, label wine ini pada awal 1900’an mulai merambah negara-negara luar Italia, termasuk negara-negara Amerika latin dan China.

Diakui sebagai respected wine, kreasi Serafino pun disuguhkan kepada Presiden Amerika, Woodrow Wilson, kala ia melakukan official trip pertamanya ke Italia dan Eropa usai Perang Dunia I. Berbagai prestasi didulang oleh Enrico Serafino. Salah satunya adalah pengakuan majalah food and wine terkemuka Italia, Gambero Rosso, terhadap Alta Langa Metodo Classico Spumante sebagai Italian Best Sparkling Wine of the Year di tahun 2014. Kini pemilik brand Enrico Serafino adalah Krause Gentile Family yang membelinya sejak tahun 2015 dan telah memiliki sebanyak 60 hektar vineyards.

Kualitas dari wines Enrico Serafino bersumber dari beberapa faktor. Winery dari label ini terdiri dari  tingkat dengan tinggi yang berbeda-beda. Proses winemaking yang dilakukan pun Рdari tahap anggur hingga bottling Рlebih mengandalkan gravitasi dan mengurangi praktik pumping. Buah dan wine-nya ditangani secara lembut. Pada ground floor, anggur-anggur dipilih dan ditransformasi menjadi wine. Selanjutnya di first underground floor, red wine disimpan di oak barrels. Kemudian pada second underground floor, wine mengalami proses aging di botol.

Wine produksi brand ini merupakan estate-bottled wine. Artinya wine diolah dari anggur yang ditanam, difermentasi, disimpan, dan dibotolkan, di sebuah winery sehingga memiliki kualitas tinggi. Kuantitasnya pun lebih eksklusif. Anggur yang digunakan sebagai bahan pembuatan wine Enrico Serafino dipanen dengan tangan dan screw conveyor free. Setelah anggur dipetik dan dimasukkan dalam boks khusus, anggur segera dibawa ke cellar untuk diproses. Anggur-anggur pun melalui proses cek temperatur dan didinginkan bila perlu.

Tak hanya memperhatikan kualitas wine yang diproduksi, Enrico Serafino juga menaruh perhatian pada aspek sustainable farming. Bahan kimia seperti fertilizer dan produk pelindung tanaman digunakan secara minimal. Hal ini dimungkinkan dengan pemanfaatan teknologi mutakhir seperti meteo station network yang memberi informasi perihal kondisi iklim vineyards agar proses pertanian dilakukan secara lebih efisien dan efektif tanpa banyak menggunakan bahan kimia. Grassing system diterapkan untuk mencegah tanah dari erosi.

Sebesar 100% energi listrik yang dipakai untuk proses pembuatan wine label ini berasal dari renewable resources. Hingga kini Enrico Serafino juga secara aktif berupaya menekan konsumsi air dalam proses pembuatan wine. Botol-botolnya terbuat dari 65% recycled glass dan kemasan kotaknya dibuat dari 70% recycled paper. Sementara closures-nya 100% recyclable. Meneguhkan komitmen pada lingkungan, pada tahun 2019, Enrico Serafino menandatangani VIVA Guidelines yang merupakan sebuah protokol dari Italian Ministry for the Environment, Land, and Sea untuk mengharmonikan aspek lingkungan dan ekonomi.