Dukungan Dior bagi Isu Perempuan dan Komitmen Chanel untuk Dunia Seni

Supporting diverse communities.

 

Dua Parisian fashion house, Dior dan Chanel, terus berkomitmen untuk memberi community support dalam bidang-bidang tersendiri. Rumah mode yang didirikan oleh Christian Dior fokus kepada isu perempuan, sementara maison yang dibangun Gabrielle Chanel bergerak di wilayah kreatif.

Pada konferensi tahunan Women@Dior yang berlangsung beberapa waktu lalu di kantor pusat Unesco di Paris, rumah mode tersebut memilih 2 pemenang yang akan mendapat berbagai jenis dukungan. Pertama adalah Meraki, sebuah proyek inkubasi bisnis untuk membantu small business yang dibangun oleh perempuaan-perempuan di daerah rural di India. Pemenang ke dua adalah proyek Be Neutral dari Korea yang memberi perhatian pada bahaya body dysmorphia terkait social pressure akan beauty standards.

Hal tersebut merupakan bagian dari insiatif Dream for Change yang dicanangkan Dior lima tahun lalu. “I am extremely honored to be participating in the Women@Dior jury and to discover the projects conceived by an incredible new generation of women from all over the world. From health to education, it is truly inspiring to see their drive and dedication to building a better world and to dream for change,” ungkap Creative Director Maria Grazia Chiuri.

Sementara itu di pihak lain, Chanel mewujudnyatakan komitmennya pada dunia kreatif melalui Chanel Next Prize. Edisi kedua dari program di bawah inisiatif Chanel Culture Fund tersebut telah memilih 10 pemenang. Mereka datang dari berbagai bidang dan dilihat sebagai up-and-comers di dunia seni internasional. Kesepuluh pemenang dari enam negara tersebut, yakni Inggris, Amerika Serikat, Irlandia, Brazil, Singapura, dan Georgia, berkreasi lewat medium seni visual, film, tari, desain video game, pertunjukan, opera, dan seni digital.

Untuk edisi ini, tiap pemenang menerima pendanaan sebesar 100 ribu euro untuk membiaya proyek artistik yang mereka kerjakan. Total funding untuk 10 pemenang adalah 1 juta euro. Tak hanya menerima support finansial, para pemenang juga akan dilibatkan dalam program mentoring dan networking selama dua tahun yang difasilitasi oleh para partner Chanel, termasuk Royal College of Art di London.

Each is a catalyst and a pioneer. Each is disrupting established practice across a multitude of cultural fields, from art and opera to cinema and game design. Watching their creative journeys will be thrilling,” ucap Yana Peel, Global Head of Arts and Culture of Chanel, mengenai para pemenang. Chanel Next Prize perdana diluncurkan pada tahun 2021 untuk mengamplifikasi kerja para seniman. Pada tahun ini, turut berperan sebagai juri adalah Tilda Swinton, seniman Cao Fei, juga kurator Legacy Russell dan Hans Ulrich Obrist.