Don’t Feel Lonely, Be Grateful and Help Others

Be happy, be healthy

 

Percayakah Anda bahwa loneliness atau rasa kesepian adalah ancaman kesehatan yang lebih besar daripada obesitas dan dapat memperpendek hidup setara dengan seperti menghabiskan 15 rokok per hari? Begitulah kesimpulan yang diambil oleh  Vivek H. Murthy yang pernah menjabat sebagai Surgeon General of the United States seperti dilansir dari halaman Forbes.

Rasa kesendirian memiliki konsekuensi jelas terhadap kesehatan mental. Ia memicu rasa gelisah, depresi, dan gejala-gejala stres. Bahkan juga dapat berdampak kepada kesehatan fisik. Menurut hasil berbagai riset, rasa loneliness menjadi trigger dari inflammatory response dan mengancam sistem imun. Perubahan-perubahan tersebut juga dapat dideteksi bahkan hingga di level sel.

Koneksi atau hubungan atau relasi adalah lawan dari rasa kesepian. About this, what truly matters is the relationship’s quality, not quantity. Penting untuk membangun koneksi-koneksi bermakna di habitat-habitat dimana Anda menjalani kehidupan keseharian, baik itu antara keluarga, teman dekat, maupun rekan-rekan kerja di kantor. Juga menurut hasil penelitian, seseorang yang memiliki relasi-relasi sosial yang kuat akan 50% lebih mungkin untuk hidup lebih lama.

Mental Health America memberi beragam saran untuk melawan rasa kesendirian. Aktivitas luar ruangan dan menikmati alam dapat menunjang kesehatan emosional dan mengurangi rasa depresi dan kegelisahan. Mengambil kelas-kelas sesuai minat seseorang juga dapat menyegarkan pikiran, serta membantu kita bergaul dengan orang-orang baru. The National Institutes of Health mengingatkan masyarakat tentang makna volunteering. Membantu orang lain merupakan salah satu cara terbaik untuk menghentikan siklus loneliness, serta membantu kita untuk merasa bersyukur – satu hal yang berkaitan dengan kebahagiaan dan kesehatan. 

So, always remember each blessing we receive and how we can be a light to each other’s life.