Dior Spring/Summer 2019, Contemporary Femininity

Dior membuka Paris Fashion Week dengan penampilan teatrikal. Bertabur kelopak bunga mawar, alunan dinamis, dan romantisme.

 

Hippodrome de Paris Longchamp jatuh sebagai pilihan Maria Grazia Chiuri untuk melangsungkan show Spring/Summer 2019. Tempat ini merupakan sebuah jalur pacuan kuda biasa yang kemudian ditransformasi dalam waktu dua minggu oleh tim berisi 60 orang.

Sebagai pembuka, tarian kontemporer disajikan dalam taburan kelopak bunga mawar dan hentakan musik yang tegas, membangun suasana romantis namun edgy. Serena Forrest kemudian muncul dalam balutan gaun hitam dan sebuah bandana di atas kepalanya. Chiuri mengangkat tema dance wardrobe pada koleksi ready-to-wear kali ini, dengan dominasi warna nude dan earthy tones. Menampilkan elemen kental penari ballet seperti tulle tutus, sepatu ballerina, fishnet body stockings, serta aksesoris ballerina lainnya, sang desainer terlihat konsisten mempertahankan seleranya dalam koleksi musim ini.

Sepanjang show berlangsung, para penari yang dikoreograferi oleh Sharon Eyal terus bergerak, mendukung ambiens di atas runway. “We wanted to transform the Dior codes so they could be used for dance,” ujar Chiuri menegaskan konsep ini. Lebih dari sekadar terinspirasi oleh gerakan tari, Chiuri ingin menyampaikan eksplorasi terhadap gerakan dalam diri. Mengintip keluar venue, terlihat sekumpulan kutipan yang mengangkat topik ini. “The story comes from inside the body,” ucap salah satu kutipan dari Sharon Eyal yang terpampang tegas di pintu masuk.

Dior Saddle Bag juga diperlihatkan dalam show ini. Total 87 looks ditutup dengan parade model yang bersatu dengan para penari ballet dalam momen finale yang dramatis, menyimpulkan sebuah persatuan yang mengangkat energi universal dalam wujud gerakan tari. Kesan feminin yang dibungkus dengan imajinasi powerful, a trait that’s true to the designer’s heart.

Jika Anda melewatkan show ini, Anda dapat menyaksikannya di sini.

Comments are closed here.