Digging the Idea Behind Rimowa x Off-White Collaboration

Kolaborasi Rimowa dan Off-White menampilkan koper transparan yang terbuat dari bahan polikarbonat. Akankah koper ini mengikuti jejak kesuksesan kolaborasi sebelumnya dengan Supreme?

Secara kasatmata tampilan koper hasil kerja sama Rimowa dan Off-White mengundang tanggapan pro dan kontra dari konsumen fashion maupun para globetrotter secara umum. Tapi, itulah ciri khas yang kerap ditampakkan dalam karya kreatif Off-White.

Sejak 2016, Rimowa telah memegang DNA berbeda. Ini terjadi lantaran masuknya Alexandre Arnault — putra Bernard Arnault, sang Chairman LVMH — dalam badan pengurus Rimowa. Sebagai Co-chief Executive, Alexandre memiliki misi untuk melangkah melampaui batasan-batasan yang telah dipertahankan brand luggage Jerman ini selama 120 tahun keberadaannya, dan membawanya masuk ke dalam pasar modern.

Rimowa menghadirkan kolaborasi pertamanya dengan Fendi pada penghujung tahun lalu, diikuti oleh partnership dengan brand asal Los Angeles, Anti Social Social Club. Namun, gebrakannya terjadi ketika kolaborasi dengan Supreme dirilis pada April lalu. Dilansir Highsnobiety, koper koleksi ini sold-out dalam hitungan detik di Eropa.

Kali ini, Alexandre Arnault bersama Rimowa telah merilis satu lagi hasil kolaborasi yang memberikan sentuhan segar pada karakter pokok koper mereka, sebuah koper transparan berbahan polikarbonat. Polikarbonat merupakan materi plastik yang memiliki ketahanan termal lebih tinggi dibandingkan dengan plastik jenis lain, ia juga tahan terhadap benturan, dan permukaannya sangat bening.

Alexandre menjelaskan bahwa LVMH merupakan perusahaan yang setia mempertahankan tradisinya dan tetap mengedepankan kemodernan. Apa yang dilakukan bersama streetwear brand pimpinan Virgil Abloh ini merupakan contoh nyata dari penjelasan tersebut.

 

“Kolaborasi ini adalah eksperimen di mana kami mempelajari budaya travelling dan koneksi emosional seseorang terhadap ‘personal belongings’ mereka. … Saya memiliki ketertarikan pada brand yang otentik dan sudah berdiri lama seperti Rimowa, dan saya menikmati tugas untuk membawa ide-ide baru terhadap penyamaan tersebut.” — Virgil Abloh

 

Melihat ke belakang, kolaborasi semakin sering dilakukan antara luxury dan streetwear brand. Setelah di 2004 karya Karl Lagerfeld muncul dalam koleksi H&M, Alexander Wang menyusul dengan rilisan di brand yang sama, juga Jonathan Anderson yang meluncurkan koleksi bersama Uniqlo, serta rentetan nama designer lainnya turut terjun dalam tren ini. Gerakan ini dilakukan akibat semakin banyaknya luxury brand yang mengincar pasar konsumen millennial, yang menyumbang 85 persen ke perkembangan luxury tahun lalu dan terus menerus menuntut pembaruan. Namun, melihat ini semua, manakah pihak yang sebenarnya lebih diuntungkan?

Rimowa menyatakan bahwa ini merupakan kolaborasi pertama mereka, artinya para konsumen bisa bersabar menanti karya berikutnya. Terlepas dari itu, meskipun dunia luxury dan streetwear semakin menyatu sebagai bagian dari perkembangan jaman, satu-satunya yang berubah saat ini adalah bagaimana luxury goods dikemas dan dipasarkan. Alexandre Arnault dengan sigap menekankan bahwa kualitas adalah fokus yang akan selalu diutamakan brand-nya.

Koper kolaborasi Rimowa dan Off-White akan tampil premier pada runway Off-White di Paris tanggal 20 Juni mendatang. Are you excited?