A fashion book by an investigative journalist.
‘Kaiser Karl: The Life of Karl Lagerfeld’ merupakan sebuah biografi Karl Lagerfeld yang ditulis oleh Raphaëlle Bacqué dan terbit pada Juni 2019 (di Amerika terbit pada awal 2020 dalam bahasa Inggris). Business of Fashion melalui artikel berjudul ‘How an Investigative Journalist Ended up Writing a Karl Lagerfeld Biography’ memaparkan kisah di balik penulisan buku tersebut.
Salah satu hal menarik dari buku ini ialah bahwa penulisnya,Raphaëlle Bacqué, bukan berasal dari dunia mode. Bacqué adalah jurnalis investigasi yang berkutat pada bidang politik. Keinginannya untuk menulis tentang desainer asal Jerman itu berawal melihat seorang pekerja tani di Cina yang mengenakan pin dengan siluet ikonik Lagerfeld. Ia pun memutuskan untuk menulis 6 artikel.
Ia mengajukan sebuah wawancara pada Oktober 2017 dan 10 bulan kemudian, pada Juli 2018, ia akhirnya duduk bersama Lagerfeld. Ia datang dua jam terlambat, tetapi berakhir dengan berbincang-bincang dengan Bacqué selama tiga jam. Saat itu, Lagerfeld melepas kacamata hitam hasnya dan mengatakan, “You see, I am showing you what nobody else sees.” Bacqué mengungkap bahwa itu adalah momen dimana seduction dan intimidation bercampur.
Ia pun bercerita bahwa bila menyentuh topik-topik sensitif, seperti soal masa kecilnya dan penerusnya, pembicaraan tersebut terhenti. “Lagerfeld has had almost complete control over what was written about him,” ucap Bacqué. Sambungnya, “He reigned over the luxury industry for five decades and no biography has appeared: neither in French, nor English, nor German.” Artikel pertama Bacqué terbit sebulan kemudian.
Saat Lagerfeld masih hidup, orang-orang di sekitarnya enggan berbicara tentangnya. It was only after Lagerfeld passed on that Bacqué was able to continue her investigative reporting. Bacqué akhirnya berbicara dengan beberapa orang kepercayaan, kolega, serta atasan Lagerfeld, termasuk anggota dari keluarga Arnault selaku pemilik Fendi melalui konglomerasi LVMH.
Orang-orang lain yang dihubunginya adalah Caroline of Monaco, Chanel President Bruno Pavlovsky, ahli parfum Jacques Polge, Inès de la Fressange, bodyguard Sébastien Jondeau, Kering Founder François Pinault, serta kedua penerus Lagerfeld di Chanel: Virginie Viard dan Eric Pfrunder. Walaupun begitu, Bacqué tidak berhasil menembus keluarga Werthheimer, pemilik dari rumah mode Chanel, yang memang dikenal untuk jarang menyetujui sebuah wawancara.
Melalui proses penulisan buku ‘Kaiser Karl’, Bacqué mengagumi bagaimana Lagerfeld membangun karirnya dengan disiplin tegas, bahkan mempersiapkan Virginie Viard sebagai penerusnya di Chanel. Dalam buku ini dituliskan bahwa dalam upaya mengubah Chanel menjadi sebuah kesuksesan besar, Lagerfeld menegosiasikan budget sebesar 100 ribu dollar per tahunnya untuk sesuatu yang dikenal dengan sebutan ‘seeding’, sehingga ia dapat mengirim pakaian ke para fashion editor dan teman-temannya, dan mengirim bunga setiap kali Chanel mengadakan sebuah acara atau untuk seorang jurnalis untuk menulis sebuah story yang bagus. Lagerfeld juga memiliki ide untuk mengundang para jurnalis untuk sebuah styling session sebelum setiap presentasi.