Pushing the boundaries of fashion experience.
When we saw Stuart Vevers reposting our Instagram Stories about The Coach Restaurant with a cheerful “Thank You” sticker, it’s clear that he’s so proud and delighted of it. Legitimately he deserves to have those feelings. The Creative Director involved meticulously in designing the very first ever Coach Restaurant in world, as informed by GM Marketing of Fashion at Kanmo Group, Bianca Febriani, who sat with us while we’re savouring the New York Strip Steak of carrara farms wagyu mb7+ combined with some sips of white wine.
Sajian daging yang tender dan juicy tersebut datang beriringan dengan creamy spinach dan pasta mafalda corta yang diolah sebagai Cacio E Pepe. Sementara chilled glass kedua dipersiapkan untuk menuangkan Coachmen’s Martini yang kami pesan, percakapan di meja berlanjut seputar resto yang berada di Grand Indonesia tersebut. Without any hesitation, we expressed how proud we are with this new culinary establishment to the team of Kanmo Group, the official distributor of Coach and some other luxury brands. Dari perbincangan terungkap bahwa memang Jakarta terpilih sebagai tempat pertama berdirinya The Coach Restaurant lantaran Indonesia merupakan salah satu market dengan kontribusi besar bagi brand asal Amerika Serikat yang lahir pada tahun 1941 tersebut.

Dari sisi ekspansi bisnis, pendirian restoran ini merupakan bagian dari visi Expressive Luxury yang dicetuskan Coach pada tahun 2022 lalu. Melalui gol tersebut, brand yang lahir di New York City ini – tepatnya di Manhattan – terus bertransformasi menjadi sebuah platform yang menghadirkan pengalaman multi-sensoris bagi konsumen. Experience beyond product has become the brand’s new aspiration. “The opening of our Coach Restaurant marks an extraordinary moment for Coach. It marks not only our fullest expression of hospitality to date, but also shows our intention to create immersive experiences for our customers,” ucap Todd Kahn, CEO Coach.
Merayakan pembukaan The Coach Restaurant, sebuah party meriah diselenggarakan dengan atraksi projection mapping dan confetti yang beterbangan kala simbolisasi peresmian dilakukan. Aktor serial “Celebrity” Netflix dan anggota boyband CNBlue Kang Min Hyuk menjadi magnet tersendiri di event tersebut. Selain K-celeb yang datang dari Seoul sebagai special guest itu, hadir pula figur-figur terkenal industri entertainment dari berbagai negara. Termasuk di antaranya Luna Maya, Chelsea Islan, Citra Kirana, Vidi Aldiano, dan Angga Yunanda dari Indonesia, serta Blue Pongtiwat dari Thailand. Diiring hentakan musik dari band Maliq & D’Essentials dan solois Afgan, tetamu menikmati malam selebrasi nan riuh rendah sembari mencicip hidangan, kudapan, dan minuman yang tersedia secara passed around, di restoran, maupun kafenya yang berada dalam satu area.

We tried different kinds of pizza as well as a few sweet treats in Coach Coffee Shop where you can also find the brand’s merchandises. The interior style is pretty cute with the pop feeling of New York City radiating from its floor, lights, wallpaper, and other elements. Spirit dari The Big Apple memang merupakan identitas Coach yang tampil kental baik pada kafe maupun restonya. Dalam mendesain destinasi kuliner ini, Vevers bekerja sama dengan William Sofield. Mengenai kerjasamanya dengan pendiri firma desain ternama Studio Sofield yang berbasis di New York tersebut, Vevers mengatakan “It was really fun working with William Sofield to explore the visual language of Coach in a new immersive way. We were inspired by the spirit of our hometown of New York with its swagger and eclectic energy, as well as a playfulness that’s inherent to Coach.”
Tak mengherankan bila kolaborasi Vevers dan Sofield menghasilkan sintesis harmonis antara fashion dan interior design sebab sang interior designer punya irisan yang kuat dengan dunia mode. Lulus perkuliahan, alumni Princeton University itu bekerja untuk Ralph Lauren. Studio Sofield yang ia dirikan pada tahun 1996 pun telah menggaet klien-klien industri fashion, dari Tom Ford, Harry Winston, Salvatore Ferragamo, Gucci, hingga Yves Saint Laurent. Then it really makes sense that the restaurant exudes such a vibrant fashionable aura. That’s what we felt when we stepped into the dining area for the first time. Disambut oleh lekuk spiral tangga hitam setelah melewati pintu yang terhubung dengan store, lantai pertama menebar pesona lewat kombinasi terrazzo flooring berdasar putih abu-abu, sofa kulit ala bistro dalam palet coklat tua, hubcap walls, dan Yellow Taxicab ikonis dalam ukuran aslinya yang tertanam terbalik di langit-langit.

Instalasi yang memberi sapuan jiwa pop art di resto tersebut berada tepat diatas spot duduk kami siang itu. In front of us was the bar with light brown stools radiating a more relax attitude, while behind us was a comparted dining space featuring a clothed table which felt a little more formal. Berpadu soft lighting, atmosfer restoran dengan komposisi warna coklat, hitam, dan abu-abu dari arsip Coach ini bagai latar dengan retro opulence dari kota berjulukan city that never sleeps. As we’re prepared to begin our lunch here, the expression of the brand’s heritage through the experience of the details captivated our attention. The napkin cuffs are made of leather. The staff aprons are crafted with glovetanned leather. Di atas piring yang menyertakan label dan logo Coach, irisan 20 Layer Chocolate Cake dan Iconic New York Cheesecake menjadi penutup manis dari makan siang kami di The Coach Restaurant.
Tak hanya soal style dan vibe, poin eksekusi racikan gastronomi dari restoran ini pun patut mendapat apresiasi. Taste of New York yang diterjemahkan ke dalam ragam menu jelas menjadi pilar penting yang mengkontruksi kualitas pengalaman bersantap di The Coach Restaurant. Sebelum menyantap hidangan utama, lidah dipersiapkan dengan Caesar Salads yang segar berseling tekstur crunchy dari croutons. Turut menambah sensasi fresh di sesi pembuka ialah Shrimp Cocktail dan Tuna Tartare aksen avocado. Appetite yang sudah terbangun kemudian digiring menuju main courses lewat perantaraan Crab Cake berpadanan basil aioli. Pan seared barramundi bersiram chimicurri menjadi hidangan yang memperkaya dinamika rasa pada rangkaian main courses yang tersaji.

Melalui penikmatan unsur kuliner yang dihadirkan restoran ini, Vevers bermaksud agar orang-orang dapat memiliki experience dan insight tentang Coach secara multi-indrawi. “The Coach Restaurant was a truly exciting creative opportunity and marks a special moment in our history – one that champions the reimagination of our heritage and pushes the boundaries of what a fashion house can be through experiences that delight all five senses,” jelas Vevers. Sebagaimana tertuang dalam keterangan pers, dipastikan bahwa seri dining experience dari Coach akan terus bermunculan di berbagai negara pada tahun ini dan seterusnya. Beberapa diantaranya yang sudah terkuak adalah Coach Coffee Shop di Malaysia dan Jepang sebagai kesatuan dari program Coach Play yang turut mencakup pop-ups. Di belahan Asia lain juga Australia akan dihadirkan pula The Coach Tabby Shop.