Criticizing Populism, Populo Batik & Davy Linggar Creates Black and White Collection

Not as simple as black or white.

 

Berlatarbelakang pengamatan terhadap realita yang semakin “dirasuki” oleh populisme dimana keputusan tiap-tiap individu dilandasi logika dua opsi oposisional – menghapus ruang bagi perspektif alternatif – Populo Batik menghadirkan koleksi ‘Now’ yang dibuat dengan kolaborasi bersama fotografer Davy Linggar. Hasilnya adalah rancangan-rancagan white-on-white kreasi Populo dan black-on-black karya Davy Linggar sebagai refleksi kritis akan kehidupan masa kini yang seolah dipersempit mejadi pilihan hitam atau putih.

Sebagai bentuk counter-argument atas batasan-batasan itu, Populo Batik yang tengah merayakan 25 tahun eksistensinya menyuguhkan gray area yang termanifestasi melalui kaburnya batasan antara siluet laki-laki dan perempuan dalam koleksi tersebut. Penekanannya ada pada keselarasan dua elemen berbeda. Dalam hal pemilihan material, rancangan-rancangan batik handmade ini dibuat menggunakan bahan lyocell organik dan lyocell-katun. Proses pewarnaan menggunakan sistem air PH-netral dipakai dalam pembuatan karya-karya black-on-black Davy Linggar. Sementara itu, kreasi-kreasi white-on-white Populo dibuat tanpa proses pewarnaan.

Koleksi batik kontemporer yang motifnya terbentuk dari proses berbahan dasar air dan tak menggunakan PVC melainkan tinta resin ini akan tersedia di platform e-commerce Zilingo pada Oktober 2019.