COVID-19 Tingkatkan Permintaan Jet Pribadi

Health matters.

 

Private aviation is having their moment. Layanan tersebut kini diminati oleh jenis klien baru, yakni mereka yang sesungguhnya memiliki kemampuan finansial untuk tidak menggunakan penerbangan masal namun menghindari private jet karena alasan kalkulasi keuangan maupun alasan filosofis. Akan tetapi Covid-19 kini mengubah segalanya. 

From March 1 through June 8, we saw a 117 percent increase in new customers compared to the previous year,” ujar Anthony Tivnan, presiden dari Magellan Jets, seperti dikutip dari situs Robb Report. Michael Silvestro selaku CEO dari Flexjet juga melihat kenaikkan dalam minat pelanggan. “Our website enquiries are unprecedented at the moment. After three difficult months, demand is back up,” ucapnya.

Keduanya melihat bahwa faktor kesehatan, khususnya upaya untuk menghindari keramaian akibat risiko penularan coronavirus, berperan dalam peningkatan tersebut. Hampir 90% dari klien yang terbang dengan Magellan akhir-akhir ini adalah untuk personal travel, ujar Tivnan yang juga menjelaskan bahwa sebagian besar dari perjalanan tersebut dilakukan dari tempat yang ramai, seperti New York City, ke wilayah-wilayah yang lebih sepi seperti di Florida.

Selain soal kesehatan, poin mengenai kelebihan dalam menggunakan jasa private jet juga dinilai menjadi alasan dari peningkatan permintaan di masa ini. Misalnya perihal jumlah destinasi. “Business jets are able to reach 5,000 airports around the country compared to 500 on commercial flights—and that 500 will continue to shrink as the airlines cut back,” tambah Tivnan.

Magellan dan Flexjet memperkirakan bahwa akan terjadi peningkatan jangka panjang dalam aktivitas jet pribadi, paling tidak hingga vaksin Covid-19 tersedia. “I believe business aviation will become more desirable as a result of Covid-19,” ujar Silvestro.