Utilising primeval cooking technique.
Ada pilihan tempat berkuliner baru di kawasan SCBD Jakarta. Charkoal yang berada di bawah naungan Ismaya menyuguhkan kreasi-kreasi yang memanfaatkan teknik primeval cooking. Prosesnya memasaknya melibatkan penggunaan kayu dan arang sehingga aroma dan cita rasa masakan lebih berkarakter.
Di balik sajian-sajian Charkoal adalah Chef Adhitia Julisiandi yang berpengalaman di industri Hospitality dan FnB selama lebih dari 10 tahun. Keahliannya di bidang kuliner dipupuk dengan pengalaman di berbagai belahan dunia, mulai dari Spanyol hingga Amerika Serikat. Sosok-sosok chef seperti Thomas Keller, George Calombaris, Ferran Adria hingga Sarah Todd merupakan sumbernya menimba ilmu.
Bukan hanya menggunakan metode masak yang unik, bahan-bahan yang dipakai resto ini pun bersifat premium, seperti seperti Jamón ibérico Cinco Jotas, Pure Bred Wagyu Picanha dan Australian Murray Cod. Dalam meramu bahan-bahan tersebut, Chef Adhitia mengeksplorasi berbagai cara mengolah, mulai dari fermentasi, smoking, maupun metode lain.
Di restoran ini terdapat 2 set course yang terdiri dari Degustation Menu 14-course dan Chef’s Journey 17-course. Set tersebut akan berganti sesuai musimnya setiap enam bulan sekali. Salah satu menu favorit Chef Adhit adalah Murray Cod. Hidangan ini membutuhkan waktu preparasi selama 7 hari menggunakan teknik dry-aging untuk mendapatkan tekstur kulit ikan dan rasa yang kompleks. Murray Cod ini dihidangkan dengan sauce orange kombucha vinaigrette.
“Di Charkoal, tamu juga bisa melihat furnace fire (tungku pembakaran), alat yang kami gunakan di restoran bisa memanaskan api hingga 700 derajat celcius,” ucap Chef Adhit yang juga mengungkapkan bahwa sajian-sajiannya merupakan dedikasi akan detail dan inovasi. Restoran Charkoal berada di satu area dengan Electronic City.