Chanel Intensely Interprets Love with New Rouge Allure Camélia

8 shades that represents love.

 

Fakta bahwa Coco Chanel menerima ungkapan cinta dalam bentuk bunga camelia kerap mengilhami romantisme karya – karya Chanel. Kala itu, pemain polo Arthur ‘Boy’ Capel sang tambatan hati memberinya rangkaian bunga Camellia nan indah. Ia juga membaca novel berjudul ‘La Dame aux Camelias’ karangan Alexandre Dumas yang membuat sang desainer semakin jatuh cinta dengan jenis bunga asal Asia tersebut. Hingga dalam kreasi desainnya, emblem yang menyerupai bunga ini kerap muncul di little black dress nan ikonis, motif bordir pada blus, hingga aksen beads pada kreasi sepatu untuk melambangkan keanggunan, purity dan longevity.

Kini memasuki dekade baru di tahun 2020, filosofi personal love Coco Chanel atas ilham bunga camelia diinterpretasikan lebih intens dalam ranah kecantikan dengan merilis koleksi pemulas bibir Rouge Allure Camélia. Dengan sempurna filosofi romantis tersebut diwakili oleh eksplorasi 8 palet warna merah nuansa putih hingga ungu yang melambangkan cinta, gairah, dan kekaguman. Sebanyak 4 shades pada rangkaian Rouge Allure dirilis untuk memberikan hasil satin-finish pada pulasan bibir berkat kandungan minyak sweet almond manis dan sappan wood yang membuat bibir senantiasa lembap. Sementara 4 shades lain dari seri Rouge Allure Velvet akan memberikan efek matte nan intens dari kandungan formula pigmen mother-of-pearl untuk warna menyala dan minyak jojoba juga shea butter untuk melembapkan.

Layaknya sepasang dua insan memadu kasih, rangkaian Rouge Allure Camélia dilengkapi seri lip pencil Le Crayon Lèvres untuk mencipta kontur bibir yang sharp dan presisi bersama efek garis satin-finish. Sebanyak 8 shades hadir mulai dari yang light hingga deep. Koleksi ini juga tampil eksklusif berkat emblem bunga Camellia pada cap palet emas.