Cartier [Sur]naturel Refleksikan Kecantikan Alam

Back to nature.

 

Cartier kembali ke alam untuk inspirasi koleksi high jewelry terbarunya. Berjudul [Sur]naturel, desain-desain koleksi ini merujuk pada objek-objek alam, seperti air, flora, dan fauna. Figuration dan abstraction menjadi dua keyword yang digunakan dalam menerjemahkan keindahan elemen-elemen natural tersebut ke dalam rancangan-rancangan perhiasan. Ragam bentuk dan warna-warna tampil pada permata-permata dalam koleksi ini; yang didapat dari berbagai belahan dunia.

Dengan expertise Cartier, citra refine pun terpancar pada koleksi yang terdiri dari 6 pieces cantik ini. Keahlian tersebut pun mampu menginjeksi nuansa supernatural terhadap referensi natural yang melatarbelakanginya. Gharian necklace menyuguhkan kilau 5 octagonal emeralds dari Zambia dengan total 11,31 karat. Sebanyak 15 octagonal emeralds lainnya turut mempermanis komposisi rangkaian berlian pada kalung ini. Kalung Hemis tampak regal dengan sebuah cushion-shaped kunzite 71,08 karat di antara opals biru dan berlian.

Opheis necklace menjadikan rectangular-shaped emerald 53,94 karat dari Zambia sebagai bintang utama yang menemani berlian dan onyx. Sementara Sinopé necklace memiliki kesan fluid berkat bentuk gelombangnya. Terdapat 5 oval-shaped sapphires dari Madagaskar dengan total 39,22 karat yang mendampingi lapis lazuli dan berlian. Tillandsia necklace terlihat begitu cantik dan dreamy dengan 2 oval-shaped green beryls sebesar 163,97 karat, sebuah yellow pear-shaped diamond 0,55 karat, sebuah dark orange-brown pear-shaped diamond 0,53 karat, quartz, dan berlian.

Nuansa opulence nan eksotis dapat dilihat pada jam tangan Panthère Tropicale dengan yellow gold, 2 two octagonal aquamarines 12,71 karat, 2 octagonal blue tourmalines 20,58 karat, coral, onyx, dan berlian. Digerakkan oleh quartz movement, jam tangan ini menjadi pilihan tepat untuk menghadiri sebuah luxury event di malam hari.