Austria-based Fiber Company Encourages Sustainable Fashion in Indonesia

Starting Your Sustainable Fashionpreneurship. 

 

Diselenggarakan di Veranda Hotel, Jakarta, pada awal September, sesi diskusi yang diselenggarakan oleh Lenzing Group ini dirancang sebagai sarana edukasi bagi para wirausahawan, desainer, dan para peminat di bidang fashion dan tekstil perihal sustainable fashion, tekstil ramah lingkungan, serta cara pemasaran produk. Turut serta dalam diskusi tersebut adalah Alice Norin, aktris dan pendiri label 8wood, serta fotografer mode Nicoline Patricia Malina  yang belum lama ni meluncurkan lini fashion berkelanjutan bernama Lanivatti.

Melalui acara tersebut, Lenzing juga memperkenalkan produk serat Tencel. Tencel yang telah dipakai oleh H&M, Marks & Spencer, Uniqlo, dan Levi’s terbuat dari selulosa yang akan terurai secara alami. Pada akhir siklus hidupnya, serat tersebut kembali ke dalam ekosistem dan mempersiapkan tanah untuk tumbuhnya tanaman baru. Sebagai komitmen pada industri mode berkelanjutan, Lenzing pun telah meluncurkan campaign Make It Feel Right dimana perhatian terhadap isu lingkungan di dunia fashion terwujud dalam bentuk co-branding, talk show di sekolah-sekolah mode, dan kolaborasi bersama brand lokal seperti Merdi Sihombing, Patrick Owen, dan Tangan.

Tak hanya memperhatikan sisi produksi, Lenzing juga menaruh perhatian pada sisi konsumsi. Berbicara mengenai sustainable fashion dari sisi konsumen, Winston A. Mulyadi selaku Commercial Head Lenzing Group SEA mengatakan, “Konsumen Indonesia perlu menumbuhkan kebiasaan untuk memeriksa label pakaian yang akan mereka beli dan mempelajari bagaimana caranya untuk memilih material pakaian yang tepat. Memberikan edukasi kepada konsumen adalah hal yang penting bagi kami. Kami berharap dapat menjalin komunikasi yang rutin dengan mereka semua dan memberikan daftar merek yang menjunjung sustainable fashion.