A Tribute to Fashion Legend Karl Lagerfeld

The fashion world has lost an icon, but his legacy will live on forever in the hearts of everyone who was inspired by his work and his life.

 

Sebuah duka melanda dunia fashion pada tanggal 19 Februari. Karl Lagerfeld, sang creative director Chanel, telah meninggal dunia di Paris pada usia 85. Semasa hidupnya, sang desainer akbar telah mendapatkan banyak julukan – king of fashion, most iconic designer in the world, Sang Kaiser, creative genius. Dengan rambut terkuncir, setelan jas hitam dan kemeja putih, kacamata hitam, dan sepasang sarung tangan, ia mempersembahkan koleksi-koleksi indah dari musim ke musim. Sampai akhir hayatnya, Lagerfeld duduk di takhta dunia fashion sebagai pemimpin tiga brand besar: Chanel, Fendi, dan eponymous brand-nya sendiri.

Karl Otto Lagerfeldt lahir di Hamburg, Jerman pada tanggal 10 September 1933 sebagai anak dari keluarga pengusaha. Sejak masa kecilnya, Lagerfeld menunjukkan minat dalam dunia mode dan bakat dalam bidang kesenian. Konon, sebuah fashion show Christian Dior adalah tempat Lagerfeld menemukan jalan hidupnya. Setelah memenangkan sebuah kompetisi desain yang diselenggarakan oleh International Wool Secretariat di tahun 1955, Lagerfeld menjadi asisten untuk couturier Pierre Balmain.

Setelah menjabat sebagai artistic director di Jean Patou, Lagerfeld memulai karier freelance di Chloé, memegang lini ready-to-wear dan aksesorisnya. Eventually, pekerjaan tersebut menjadi sebuah full-time job untuk sang desainer, dan namanya hanya semakin dikenal dari sana. Pada tahun 1965, Lagerfeld ditunjuk sebagai creative director dari Fendi, sebuah posisi yang akan ia pegang sampai kematiannya. Di Fendi, Lagerfeld menginfusi style yang kreatif dan humoris, seperti logo FF yang masih relevan hingga hari ini.

Namun, tak dapat dipungkiri bahwa legasi terbesar Lagerfeld adalah karya-karyanya di Chanel. Sejak ia diangkat sebagai creative director di tahun 1983, ia telah membawa visi modern elegance rumah mode Gabrielle Chanel ke era yang baru. Kode-kode klasik Chanel seperti tweed suits, quilted handbag, dan little black dress kerap menikmati reinvensi di setiap koleksi barunya. Sang interlocking C menjadi ikon dengan sendirinya, menghiasi berbagai iterasi mulai dari yang klasik hingga yang tak terduga. Setiap fashion show dari Chanel menjadi suatu presentasi yang patut dinantikan – mulai dari set-nya yang megah (ingat roket atau carousel itu?), konsep yang unik (dari supermarket hingga kasino), hingga lokasi-lokasi eksotis (Kuba, Seoul) yang dikunjungi.

I don’t turn pages; I tear them out. Saya membuat halaman kosong lagi. Saya adalah buku yang tak tertulis.” ujarnya pada sebuah wawancara dengan W Magazine. Talenta Lagerfeld tak terbendung hanya dalam bidang fashion design saja. Sepanjang kariernya, Lagerfeld juga memproduksi berbagai karya fotografi, ilustrasi, dan film pendek.

Konsep disrupsi bukanlah uncharted territory bagi Lagerfeld. Ia adalah desainer pertama yang berkolaborasi dengan H&M. Selain dunia fashion, kreativitas Lagerfeld juga merambah industri-industri lain, seperti perhotelan. Even his cat, Choupette, has her own Shu Uemura cosmetics line. “Semua adalah improvisasi”, ia pernah katakan. Dari sini, dapat terlihat bahwa Lagerfeld memahami kekuatan branding dan bagaimana ia dapat menyalurkan kreativitasnya pada bermacam-macam proyek. If you work in fashion, there is a lot you can learn from what Karl Lagerfeld has done in his career.

Di luar karyanya, Karl Lagerfeld dikenal sebagai seseorang yang bebas dalam mengutarakan pendapatnya, akan selera humornya yang unik, dan tentunya sebagai seseorang yang selalu melihat ke depan. Defying his age and the extent of his creativity, setiap tahunnya Lagerfeld mempresentasikan sebanyak 14 koleksi. Masa jabatannya di Fendi mencapai 53 tahun, dan di Chanel 34 tahun. Ia sendiri pernah berkata bahwa ia tidak akan pernah pensiun. And true to that, he stayed at the top of his game until his final days.

“Tribut terbesar yang dapat kami berikan hari ini adalah untuk melanjutkan jalan yang telah ia susuri – untuk mengutip Karl, continuing to embrace the present and invent the future,” ujar Alain Wertheimer, CEO dari Chanel dalam sebuah pernyataan perusahaan. Sang rumah mode Prancis sendiri telah mengumumkan suksesor Lagerfeld: Virginie Viard, director dari studio desain Chanel.

He was restlessly reinventing, endlessly creative, and overwhelmingly passionate – in that sense almost like fashion itself. Karl Lagerfeld truly is, one of the greatest designers of our time. He will be dearly missed, but his contributions to the fashion world will always be remembered.