Exploring the History of L’Occitane with Olivier Baussan

By Citra Benazir

Satu hal penting yang telah membuat L’Occitane menjadi sebuah brand yang bermakna adalah pesan di balik penciptaannya dan cara menggunakan kesuksesannya.

 

Dimulai dari sebuah pasar di kota Provence, seorang Olivier Baussan berusia 23 tahun menjual minyak-minyakan secara lokal. Kemudian ia mendapatkan keberanian untuk memperluas produksinya dari minyak ke sabun, hingga menjadi krim, dengan mengambil inspirasi utama dari tanah yang membesarkannya itu untuk membawa keindahan alamnya ke seluruh penjuru dunia. The Editors Club mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan sang pendiri dari L’Occitane.

 

Pada usia 23 tahun, ketika pertama kali Anda memulai membuat produk kosmetik, mengapa Anda sangat terinspirasi oleh kota Provence?

Semuanya berawal ketika saya masih menjadi mahasiswa jurusan sastra. Suatu hari saya membeli sebuah produk dari seorang petani dan saya menyukai cerita di balik produk itu. Tradisi membuat minyak esensial dari tanaman lokal, tradisi yang diajarkan kepada saya yang kemudian dapat saya terapkan di hidup saya sendiri. Saya mulai membuat minyak esensial dan menjualnya di pasar, dan itu berhasil. Itulah yang ingin saya lakukan: menjaga tradisi daerah saya agar tetap hidup dan dapat membagikannya.

Provence penuh dengan warna-warna dan aroma hangat, pemandangan yang liar dan indah, juga desa-desa yang khas berada di bawah matahari, dengan mekarnya bunga almond, budaya tradisional menggunakan zaitun, lavender, verbena, suara langkah di tanah, sprei linen, rak kayu penuh buku, makan siang, dan suara anak-anak tertawa. Provence bagi saya bagaikan sebuah dunia di mana Anda dapat meluangkan waktu untuk hidup, dan melalui produk yang saya ciptakan, semuanya adalah seni khas Provence yang ingin saya sampaikan.

 

L’Occitane en Provence selalu menginspirasi sebagai merk yang memimpin dengan tujuan yang lebih tinggi, memberdayakan perempuan dan mendukung orang-orang yang memiliki gangguan penglihatan, seberapa pentingnya misi seperti ini terhadap sebuah brand?

Sejak awal, saya tergerak oleh keinginan untuk melindungi alam yang telah mengajari saya begitu banyak: rahasia tanaman, sifat-sifat utama mereka, dan kekuatan yang luar biasa dari bahan aktif mereka. Sejak hari pertama, L’Occitane en Provence telah berkomitmen untuk melindungi kekayaan tanah Provence. Saat ini, kami mengabdikan diri kepada enam prioritas: memelihara keanekaragaman hayati, mengambil semua sumber secara berkala dari komunitas lokal, memberdayakan perempuan, meningkatkan pendidikan dan keahlian, melawan polusi. Dan akhirnya kita berjuang untuk penglihatan di seluruh dunia sehingga setiap orang dapat mempunyai akses yang sama.

 

Dan bagaimana L’Occitane en Provence berhasil untuk terus melangkah maju dengan misi inspirasi ini, terutama ketika memutuskan untuk mencetak huruf Braille ke sebagian besar kemasan produk L’Occitane?

L’Occitane en Provence selalu menempatkan inklusivitas dan sensitivitas sebagai salah satu pilar utamanya, maka dari itu sejak 1997, L’Occitane menulis nama-nama produk dalam huruf braille pada kemasan, agar membuatnya mudah untuk diakses oleh semua orang dan meningkatkan kesadaran tentang gangguan penglihatan. Prosesnya cukup panjang tetapi kami berhasil mengatasi tantangan karena bagi kami itu sangat penting dan berarti.

 

Bagaimana kemitraan dengan The Helen Keller Foundation berlangsung?

Kemitraan dengan The Helen Keller Foundation dimulai pada 2009 hingga 2011 untuk mendukung program “HKI Child Sight” di Amerika Serikat untuk menyaring dan mendistribusikan kacamata kepada anak-anak (terutama di kota New York) yang melibatkan semua karyawan kami, dan kemudian dilanjutkan pada tahun 2012 sampai 2015 untuk mendukung proyek melawan trachoma di Burkina Faso dan akhirnya, dari 2015 hingga 2019 mendukung beberapa proyek di Indonesia.

 

Bagaimana awal mula kemitraan dengan The Helen Keller Foundation dimulai?

L’Occitane telah berjuang untuk melawan kebutaan yang dapat dihindari sejak 2000 lalu, melalui produk solidaritas pertama kami untuk meningkatkan kesadaran di antara pelanggan dan menggalang dana untuk proyek LSM di seluruh dunia. Sejak didirikan pada 2006, The L’Occitane Foundation memutuskan untuk mengejar komitmen L’Occitane dengan mendanai proyek LSM untuk memerangi kebutaan yang dapat dihindari di seluruh dunia.

HKI menjadi LSM yang diakui dalam bidang ini, kami telah mendukung HKI selama bertahun-tahun (sejak 2009). Sejak 2016, program “Union for Vision 10by20” mengumpulkan berbagai inisiatif dari L’Occitane di seluruh dunia dan menetapkan tujuan baru: untuk memungkinkan 10 juta penerima manfaat mengakses perawatan mata berkualitas pada 2020. Untuk mencapai tujuan ambisius tersebut, The L’Occitane Foundation mendorong semua anak perusahaan L’Occitane di seluruh dunia untuk mendukung proyek-proyek lokal setiap tahunnya yang memerangi kebutaan yang dapat dihindari dan turut membiayai mitra-mitra lokal mereka.

Mengikuti dinamika ini, L’Occitane Indonesia dan LSM Helen Keller bertemu pada 2015 dan menandatangani perjanjian kemitraan pertama mereka. Beberapa hari yang lalu, dalam rangka Hari Penglihatan Dunia 2018, L’Occitane telah merayakan 8 juta penerima perawatan mata di seluruh dunia!

 

Bagaimana keberhasilan penjualan dari “Animal Soaps Set” telah mendukung Orbis?

Sejak 2000, L’Occitane telah menjual produk solidaritas untuk meningkatkan kesadaran di antara pelanggannya dan untuk menggalang tambahan dana dalam mendukung perjuangan melawan yang dapat dihindari di seluruh dunia. Biasanya, 100% keuntungan dari setiap produk solidaritas yang terjual akan disumbangkan.

Orbis telah menjadi salah satu LSM yang terdukung oleh dana yang dikumpulkan berkat penjualan produk solidaritas ini, di antara LSM-LSM lain dan proyek-proyek lain dalam beberapa tahun terakhir ini. Contohnya, sabun solidaritas tahun 2018 ini telah membantu L’Occitane sepanjang tahun untuk menggalang dana membantu pencegahan kebutaan pada masa kanak-kanak di seluruh dunia, dengan mendukung program suplemen Vitamin A oleh UNICEF, yang penting bagi sistem kekebalan anak.

 

L’Occitane bertanggung jawab atas pertumbuhan dan stabilitas keuangan perempuan di Burkina Faso, bagaimana Anda melihat perkembangan L’Occitane  dalam lima tahun kedepan?

Kewirausahaan adalah nilai kunci untuk L’Occitane. Ini adalah sesuatu yang ingin kami bagikan dengan perempuan. Di luar pentingnya kesejahteraan mereka adalah pentingnya membantu mereka mengembangkan ide-ide mereka dan mewujudkan proyek-proyek mereka. Inisiatif kami untuk membantu perempuan telah dilabuhkan di Burkina Faso, di mana kami telah mengembangkan kewirausahaan perempuan sejak 1980-an. Pada awalnya, ada sekitar sekelompok perempuan yang membuat shea butter dengan tangan. Sekarang ada lebih dari 10.000 perempuan yang bekerja untuk memenuhi pesanan L’Occitane, menggunakan mesin peralatan mekanis. Kemitraan ini diperkuat pada 2006, ketika The L’Occitane Foundation dibentuk: salah satu bidang yang terpilih adalah pada promosi kewirausahaan perempuan. Tujuannya adalah untuk mendukung 26.000 perempuan dalam pembangunan sosio-ekonomi mereka pada tahun 2020.