9 Koleksi Haute Couture Fall/Winter 2020 Menebar Mimpi

A fight through the beautiful and the magical.

 

Pandemi COVID-19 adalah latar besar yang menyuramkan seluruh peristiwa di tahun 2020. Fashion sebagai satu wilayah kreatifitas memikul dua beban. Pertama tentu saja ialah beban atas dampak pandemi sebagaimana yang dialami bidang-bidang lain. Beban ke dua adalah bahwa mode menjadi salah satu tumpuan bagi supply keindahan untuk turut menjaga sanity manusia. Di seputar isu ini lah koleksi Haute Couture Fall/Winter 2020 bereksplorasi. Semua yang terlibat sepakat untuk merajut mimpi dan harapan melalui siluet dan jahitan. Selain koleksi haute couture dari Christian Dior yang mythical, berikut ini adalah koleksi Haute Couture Fall/Winter 2020 dari 9 rumah mode yang menebar mimpi-mimpi.

 

Balmain

Mengawali periode show Haute Couture Fall/Winter 2020, Balmain menginjeksi Paris dengan suatu magical spirit yang tertuang melalui sebuah fashion show unik – thanks to Olivier Rousteing the creative director. Berjudul “Balmain Sur Seine”, koleksi yang sebagiannya berasal dari arsip-arsip sang rumah mode tersebut diperagakan model di atas kapal melintasi sungai Seine. Fashion show tersebut turut dimeriahkan oleh pertunjukan dance oleh para penari, serta singing performance dari Yseult. Salah satu rancangan yang menarik pada koleksi ini adalah sebuah busana bergaya warrior khas estetika Rousteing untuk Balmain dengan lengan menyerupai tumpukan bunga mawar.

 

Ralph & Russo

Dengan sleek cutting dan ultra modern vibe, koleksi couture dari Ralph & Russo tampil memesona, baik dalam rupa high-slit dress bergaris tajam, gaun-gaun bervolume, dengan skema warna monokromarik, maupun yang kaya motif. Tiap rancangan yang memancarkan charm dari seorang sophisticated lady ini terinspirasi oleh Seven Wonders of the World. Hal tersebut merupakan buah kerinduan sang creative director, Tamara Ralph, terhadap kegiatan travelling. Sebagian rancangan ditampilkan dengan foto-foto para model di studio, sementara yang lainnya dibawakan oleh seorang digital avatar bernama Hauli – yang dalam bahasa Swahili berarti kekuatan. Hauli tampak berpose mengenakan karya-karya Ralph & Russo di destinasi-destinasi keajaiban dunia.

 

Giambattista Valli

If you don’t want the extravagant, don’t go to Giambattista Valli. Untuk setiap rancangannya pada koleksi haute couture ini, Valli menyuguhkan dramatic design khas karakternya. Grand layered tulle tak pernah absen dari koleksinya, begitu juga dengan pita-pita besar. Sebagaimana kerap terlihat pada desain-desain Valli, magnificent silhouette merupakan elemen identitas sartorialnya yang selalu berhasil menuai kekaguman. Ode to Paris, demikianlah sang desainer memperuntukkan koleksi yang keseluruhannya dibawakan oleh model Joan Smalls tersebut. Hal itu pun berkaitan dengan kecintaannya terhadap haute couture. “For me, haute couture has to be an extreme moment,” ucap perancang yang mengungkap bahwa klien-klien haute couture dari labelnya berusia sangat muda.

 

Chanel

I was thinking about eccentric princesses, the kind of women that Karl Lagerfeld like to accompany at parties or at ‘La Palace’,” ucap Virginie Viard mengenai koleksi haute couture dari Chanel untuk musim ini. Sebagaimana terlihat pada presentasi koleksinya, Chanel woman di koleksi kali ini meradiasi kecantikan eksentrik dengan menyertakan kilasan referensi punk di dalamnya. Rancangan-rancangan koleksinya pun demikian. Seperti dituturkan Viard, inspirasi eccentric girl untuk koleksi ini juga dipadu dengan tema nuansa 80’an. Meski ide-ide yang dikumpulkan untuk menciptakan koleksinya merupakan sesuatu yang sesungguhnya bersifat daring, Chanel mengolahnya secara lebih understated dan tetap menunjukkan kekhasan desain rumah mode Prancis itu. Viard juga berhasil memberi pendekatan kontemporer nan fresh pada elegansi Chanel.

 

Alexandre Vauthier

Sama substansialnya dengan elemen fungsional dan artistik dari fashion, sisi glamor dan festive karya-karya mode merupakan identitasnya yang distingtif terhadap creative work bidang lain. Koleksi haute couture rancangan desainer Alexandre Vauthier tampak merayakan hal tersebut. Para penikmatnya dapat merasakan excitement, kemerlap, dan party vibe dari desain-desain di dalamnya; from the disco floor to the red carpet. Sumber ide dari karya-karya tersebut adalah kota Paris. “What did I do? Paris. Pure beauty — we returned to the essentials,” ucap Vauthier.

 

Ronald van der Kemp

Realita couture dari Ronald van der Kemp tampaknya melampaui sense of realness. Dalam koleksinya itulah bisa terlihat wajah artistik dunia mode. Estetika teatrikal pada koleksi ini merupakan api kreatif yang membuat fashion realm tetap hidup. The pieces are expressive and exploratory. Nyatanya, lebih dari sekadar ekspresi artistik, rancangan-rancangan tersebut pun dihasilkan melalui refleksi terhadap apa yang terjadi saat ini dalam konteks relasi manusia dan alam. “The constraints of these times fuel our imagination, forcing us to reimagine the future, making us all aware of our destructive relationship with the planet,” ucap van der Kemp.

 

Viktor & Rolf

Eksperimentasi adalah key character dari Viktor & Rolf. Label ini dikenal kerap mengintegrasikan pop culture sebagai elemen dari kreasi-kreasinya. Tak terkecuali koleksi couture untuk musim ini. Salah satu perwujudannya adalah sebuah gaun yang menampilkan ragam emoticon. Selain itu, ada pula kreasi-kreasi yang menyertakan simbol hati. Emosi memang menjadi topik utama dari koleksi ini, terkhusus mengenai pengalaman yang berkaitan dengan situasi pandemi coronavirus. “We are discussing a little bit mental health and how to dress for your emotions, as well to say that all emotions are valid and necessary,” ucap mereka.

 

Maison Margiela

Karya-karya kreasi John Galliano selalu berhasil “mengusik” pengalaman visual pengamatnya. Bukan sekadar meresonansi gaya avant-garde, koleksi haute coutre nan poetic dari brand Maison Margiela ini juga menyeruakkan kesan enigmatik. Cukup banyak menggunakan sheer fabric, tiap desain di koleksi ini menunjukkan kompleksitas dengan sartorial impact yang kuat. Beberapa inspirasi yang menjadi materi pembuatan koleksi ini ialah pebalet abad 20, Vaslav Nijinsky; Duchess of Marlborough Gladys Deacon; The Blitz Kids era 80’an; juga koleksinya sendiri di tahun 1986 yang berjudul “Fallen Angels”. Meski set foto dari koleksi ini begitu suram, kekuatan desain Galliano pada rancangan-rancangan tersebut tampak sangat kuat.

 

Valentino

Rangkaian presentasi koleksi haute couture diakhiri oleh rancangan-rancangan Pierpaolo Piccioli untuk rumah mode Valentino. Kreasi couture karya Valentino biasanya menyuguhkan desain-desain nan delicate dan intricate. Akan tetapi, situasi seperti sekarang ini membuat sang rumah mode tampak menjauh sesaat dari karater tersebut. Koleksi couture musim ini terbilaang lebih simple. Sebagai kompensasinya, busana-busana tersebut tampil grandeur berkat ukurannya yang ekstra panjang. Dalam presentasinya, pieces tersebut menjalankan fungsi sebagai medium dari sorot digital projection. Bagi Piccioli, apa yang ia lakukana merupakan pernyataan untuk tidak dibatasi kondisi. “I didn’t want to feel the limitations. Couture is made for emotions, dreams,” ucapnya.