Fantasi Mitologis Dior Haute Couture Fall/Winter 2020

Clothes of the mythical.

 

Kebebasan Prancis dari okupasi NAZI pada tahun 1944 bukan hanya berkaitan dengan persoalan politik. Signifikansinya pun ialah perihal kebudayaan, yang mencakup realita mode sebagai identitas Prancis. Peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana Paris tetap tegak berdiri sebagai fashion capital dunia meski pihak NAZI sudah berupaya kuat untuk memindahkan status tersebut ke Berlin dengan berbagai cara. Setahun setelahnya, kumpulan desainer Prancis menciptakan Théâtre de la Mode, yakni serangkaian miniatur manekin yang menjadi simbol harapan dan kebangkitan. Dipamerkan perdana di Louvre pada tahun 1945, boneka-boneka itu pun melalang buana ke mancanegara hingga tahun 1946; tahun kelahiran rumah mode Christian Dior.

Maria Grazia Chiuri memberi tribute terhadap penggalan sejarah mode tersebut dan menjadikan fashion dolls serupa Théâtre de la Mode sebagai bagian dari presentasi koleksi Haute Couture Fall/Winter 2020. Sebagaimana Théâtre de la Mode menjadi simbol harapan pasca-perang, langkah Chiuri pun meresonansi spirit of hope tersebut di kala dunia saat ini menghadapi kemurungan akibat pandemi coronavirus. Lebih dari sekadar membuat boneka-boneka fashion, creative director dari Dior Womenswear itu menempatkan benda tersebut dalam narasi fantasi berupa film pendek berjudul “Le Mythe Dior”; sebuah langkah yang menjaga dunia untuk tak berhenti bermimpi indah.

“Sangat jelas bahwa sejak awal bahwa referensi saya harus berkaitan dengan mimpi atau alam fantasi,” ucap Chiuri mengenai film itu. Dalam sinema garapan sutradara Matteo Garrone tersebut, miniatur-miniatur manekin berbalut rancangan Dior berada dalam sebuah trunk berbentuk 30 Avenue Montaigne, butik pertama Dior. Dua staf butik membawa trunk tersebut ke sebuah magical area. Di sana tampak mythological creatures ala Yunani kuno terpesona dengan gaun-gaun rumah mode Dior (but of course it doesn’t affect Narcissus who only fall in love with himself). Seperti dipaparkan Chiuri, nuansa yang melampaui kesan real pada koleksi ini bersumber pada karya-karya beberapa seniman perempuan. Mereka adalah Lee Miller, Dora Maar, dan Jacqueline Lamba.

Siluet New Look menjadi fitur sentral dari rancangan-rancangan haute couture Dior ini. Banyak di antaranya yang menjelma menjadi gaun-gaun ekstravagan nan menawan. Salah satunya adalah layered gown bermaterial silk gauze bernama Marthe. Ada pula Meret, sebuah enchanted gown yang sangat cantik dan dari bahan organza dengan paduan ostrich feathers. Frida merupakan look dengan 2 pieces, yakni short cape unik serta rok shantung beraksen passementerie. Nuansa yang lebih kontemporer dapat dilihat pada Eyre, sebuah long white dress yang menampilkan kutipan penyair Belgia, Marcel Mariën. Kutipan itu berbunyi “Blanche et muette habillée des pensées que tu me prêtes” yang artinya “White and mute, dressed in the thoughts that you lend me.

Magical and poetic! Dior Dream…