5 Bunga di balik Keharuman Chanel

A dedicated long process for the beautiful scents.

 

Awal kisah Coco Chanel dan wewangian datang dari perkenalan sang desainer dengan Ernest Beaux, seorang perfumer yang karyanya diminati oleh keluarga kerajaan Rusia. Pertemuan keduanya melahirkan Chanel No 5, parfum pertama dari rumah mode asal Prancis itu yang dirilis pada 5 Mei 1921. Dalam menciptakan parfum ikonis di sejarah mode tersebut, Ernest Beaux memilih bunga jasmine dari Grasse sebagai bagian dari komposisinya.

Wilayah Grasse di Prancis – yang telah menjadi ladang penyuplai bahan parfum berkualitas sejak 300 tahun lalu – memiliki tempat tersendiri dalam identitas kreasi wewangian Chanel. Konsistensi untuk memasok raw material dari Grasse untuk lini parfum Chanel diwujudkan lewat bentuk partnership dengan produsen bunga ternama, Keluarga Mul, sejak tahun 1987. Bersama Chanel dalam melakukan inovasi teknik sustainable farming, Keluarga Mul menyuplai hasil bunga berkualitas dari lahan seluas 20 hektar. Kini ada 5 jenis tanaman yang khusus dirawat untuk menciptakan keharuman-keharuman Chanel.

 

Grasse Jasmine – Flower of the stars
Sekitar 90% jasmine di Grasse dikembangkan di lahan milik keluarga Mul. Setiap Agustus hingga Oktober, para penuai memetik bunga jasmine di pagi hari. Karena bersifat fragile, penuai harus mahir memetiknya secara cepat namun lembut. Maksimal 3 jam setelah dipetik, bunga dalam keranjang harus segera ditimbang agar bisa diproses. Tiap penuai memetik 2 kg bunga serupa bintang ini setiap hari, dimana 1 kg hasil petikan terdiri dari sekitar 8.000 bunga. Hasil pemrosesannya dipakai sebagai komposisi Chanel No 5.

 

May Rose – The sweet rose of May
Setiap Mei selama tiga minggu, bunga may rose dituai pada pagi hari. Secara cepat dan lembut, para penuai memetik bunga yang baru mekar dan memasukkannya ke kantong apron. Setelah itu dikumpulkan dalam tas burlap, hasil tuaian sangat dijaga agar tidak rusak. Sekitar 1 kg hasil tuaian berisi 350 bunga dan tiap penuai memetik 5 kg bunga per jam. Setelah ditimbang, bunga-bunga itu diproses hingga tercipta bahan untuk pembuatan Chanel No 5.

 

Geranium Rosat – A distant cousin of the rose
Lapisan tipis di daun tanaman ini mengandung essens beraroma minty floral. Batang dan daun Geranium Rosat – secara spesifik varietas Pelargonium graveolens – dituai ketika matang namun masih hijau, yakni tak lebih dari 15 september dan sebelum hujan musim gugur turun. Sebuah alat khusus digunakan untuk memotong daunnya. Terdapat sekitar 40.0000 tanaman geranium per hektar lahan. Hasil panen kemudian diproses segera untuk dijadikan bahan pembuat parfum.

 

Tuberose – A delicate star-shaped flower
Di fragrance industry, tuberose dikenal sebagai the most fragrant flower. Wanginya misterius dengan kesan hangat, penetrating, dan sensual. Pemanfaatan tuberose untuk keperluan pembuatan parfum memiliki keunikan. Pada bulan November dan Desember, bulb atau pokok bunga dipisahkan dan disimpan agar terlindungi dari cuaca musim dingin. Bagian pokok bunga itu kemudian dibersihkan dan mendapat treatment lanjutan agar nantinya siap ditanam ulang pada bulan April. Ketika kembali ditanam, antar tanaman diberi jarak 15 cm. Tanaman ini tak akan menghasilkan bunga hingga tahun berikutnya atau bahkan tahun selanjutnya lagi. Jika sudah berbunga, pada Agustus hingga November setiap pagi para penuai memanen hasil untuk diproses. Lahan seluas 1,5 hektar didedikasikan untuk menanam tuberose yang menghasilkan 2.500 kg hasil panen per hektar.

 

Iris Pallida – A flower with elegant and ethereal silhouette
Iris pallida ditanam pada akhir Agustus dan mekar pada bulan Maret hingga April. Rizoma atau akarnya akan dibiarkan di dalam tanah hingga digali setelah berusia 3 tahun pada bulan September dengan menggunakan mesin yang dibuat khusus. Akar tersebut tumbuh tak mencapai 10 cm ke bawah tanah. Dari akar inilah ekstrak wanginya diambil. Setelah akar-akar diambil, mereka akan disortir. Akar berukuran kecil akan ditanam kembali pada bulan Oktober. Akar-akar yang terpakai kemudian dicuci, diiris, dan dikeringkan. Setelah itu dimasukkan ke dalam tas dan disimpan. Butuh waktu hingga 3 tahun agar bisa benar-benar kering dan menghasilkan wangi yang powdery dan lembut. Tahap selanjutnya adalah pemrosesan menjadi bubuk lalu butter sebagai bahan komposisi parfum.