Works of Melati Suryodarmo and Julian Rosefeldt are being Exhibited at Museum MACAN

A discourse of meaning of life and the journey of modern art.

 

DI awal tahun 2020, Museum MACAN menghadirkan dua eksibisi yang menyorot karya artistik dua seniman, yakni Melati Suryodarmo dari Indonesia dengan ‘Why Let the Chicken Run?’ dan Julian Rosefeldt dari Jerman dengan ‘Manifesto’.

Dalam eksibisi solo pertama Suryodarmo di sebuah museum, 12 karya pertunjukkan (mulai dari yang berdurasi 15 menit hingga yang 12 jam) akan menyuguhkan topik mendalam mengenai tubuh, ingatan, dan makna dari menjadi manusia. Salah satu karya signifikan yang diperlihatkan adalah ‘Why Let the Chicken Run?’ (2001) dimana sang seniman mengejar ayam hitam di sekitar area galeri yang merepresentasikan upaya keras tiap individu dalam mengejar impian dalam hidup. Renowned work Suryodarmo berjudul ‘Exergie – Butter Dance’ (2000) juga akan hadir di Museum MACAN.

Pada opening weekend di tanggal 29 Februari, Suryodarmo akan melagakan ‘I’m A Ghost in My Own House’ (2012); sebuah performa istimewa berdurasi 12 jam dengan ekspresi emosional serta fisik nan intens. Selain ‘Why Let The Chicken Run’, Museum MACAN juga menghadirkan artwork karya Julian Rosefeldt berjudul ‘Manifesto’ untuk pertama kalinya di Indonesia. Pada film yang disiarkan melalui sebuah instalasi multimedia 13 layar, Cate Blanchett memerankan 13 karakter berbeda sambil membawakan manifesto dari seniman-seniman ternama abad ke-20 dari gerakan Futurisme, Dadaisme, Suprematis, Situasionis, Dogme 95, dan lainnya.

Berbagai kegiatan lain yang menjadi pelengkap audiens dalam mengeksplorasi dua eksibisi yang berlangsung hingga 31 Mei 2020 ini. Beberapa di antaranya adalah  Angkringan-style Artist Talk dengan Melati Suryodarmo, Open Lecture bersama Julian Rosefeldt, program Open Debate, serta Video Montage Workshop untuk para seniman-seniman muda.