A mixture of personal story and cultural territory.
Dalam hidup terjadi sebuah rangkaian periodik berulang yang disebut siklus. Wilsen Willim mengasosiasikan hal tersebut dengan pinwheel, objek yang kerap menjadi ciri khas karyanya sekaligus pelekat memori terhadap sang ibunda terkasih. Pada kreasinya bersama Oemah Etnik (kini dikenal sebagai OE), objek ini a tampil sebagai motif yang menghiasi ragam kreasi ready-to-wear, hasil proses cap oleh pengrajin batik di Pekalongan.
Eksplorasi batik ini merupakan bentuk selebrasi akan momen hari Batik yang berlangsung di bulan ini. Wilsen bersama Oemah Etnik merilis koleksi dengan judul “Siklus 2.0” yang diisi oleh siluet atasan kebaya, bar jacket, celana palazzo hingga maxi skirt lipit. Keseluruhannya didekorasi oleh motif multi-size pinwheel yang tertata simetris.

Sementara untuk rangkaian menswear, keduanya merilis Red Abiyya Batik Outer yang multifungsi untuk bisa dikenakan sebagai atasan maupun sebagai outer. Kreasi ini terinspirasi oleh kebaya namun diinjeksi oleh masculine tailoring. Ada pula celana batik yang ringan untuk bisa dipadu bersama outer atau atasan polos.
Keseluruhan koleksi Wilsen Willim dan Oemah etnik telah tersedia di flagship store Oemah Etnik di Kemang maupun di situs www.oemahetnik.com.