Visi Teatrikal Chanel Haute Couture F/W’24

An opera flair. 

 

Koleksi Chanel Haute Couture Fall/Winter 2024 merupakan fashion show pertama Chanel setelah pengumuman bahwa Virginie Viard akan mengakhiri posisinya sebagai creative director. As her successor has not yet been named, this collection’s creation was credited to the Fashion Creation Studio. Mereka terdiri dari 150 perancang yang bekerja di enam atelier di 31, rue Cambon.

Palais Garnier yang megah dipilih sebagai menjadi pilihan venue untuk presentasi kali ini. As an institution associated with elegance and performance, it serves as a perfect host for a Chanel runway show themed around the theatre. Dalam set yang dirancang oleh Christophe Honoré, dunia haute couture dan dunia opera melebur menjadi satu. Chanel sendiri telah menjadi Major Patron untuk Opéra national de Paris sejak tahun 2023 dan Patron of the Ballet de l’Opéra sejak tahun 2021. Kemudian, pada tahun 1920-an Gabrielle Chanel merancang kostum untuk pertunjukkan balet “Le Train Bleu” dan “Apollon Musagète”. Dance and stage have always been a big part of the house’s history, and this collection reflects those values

Show Chanel dibuka dengan cape megah ala Phantom of the Opera yang dipasangkan dengan wool jersey bustier berwarna ecru dan pita besar pada hairstyle model Vittoria Ceretti. Tema puffy sleeves dan big volumes mengalir pada kreasi-kreasi musim ini. Seni embroidery yang kaya memberi romantisme pada kode-kode Chanel. Dalam deretan material teatrikalnya ada bulu-bulu, tassels, cabochons, sulaman bunga, precious braids, lacquered jersey, tweed lembut, velvet, tulle, taffeta, dan duchesse satin. Jubah panjang, tuksedo hitam yang dipasangkan dengan blus putih, jaket berhias bulu-bulu hitam memiliki pesona pageantry yang dramatis. 

Menyaksikan koleksi ini membuat kami semakin mengantisipasi siapakah yang akan ditunjuk oleh Chanel sebagai pengganti Viard. Apa kesegaran yang akan dibawa untuk rumah mode ikonis ini.