Making old memories into new memories.
“Bagaimana sebenarnya pakaian Indonesia?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Toton Januar membuka kembali album foto keluarga untuk mengingat apa yang dikenakan oleh eyang, ibu, dan keluarga besarnya. Sebuah siluet spesifik muncul di benaknya: sang kebaya. Dari situlah koleksi Toton 2024 bertajuk “Ingatan” ini terlahir.
Koleksi ini merupakan sebuah kombinasi dari nostalgia dan eksperimentasi. Ide kebaya dikembangkan dengan interpretasi modern, yang mewujud pada cropped top, rompi, lengan bat wings, hingga gaun panjang. Tentunya, elemen-elemen tradisional yang mereferensikan kenangan tetap hadir dalam formasi padanan kain, selendang, dan penggunaan aksesori. Sekitar 90% bahan upcycle dimanfaatkan dalam penciptaan koleksi ini. Mulai dari renda, denim, hingga batik vintage dari koleksi pribadi desainer. Bahan-bahan tersebut merangkai memori baru sebagai kreasi-kreasi koleksi ini.
Di sebuah scenery bagaikan pedesaan yang diiringi dengan alunan lagu Rani Jambak, para model berjalan tegas dengan kebaya-kebaya modern ciptaan Toton. “Saya membayangkan saya punya universe sendiri dan semua pakaian yang saya buat ini adalah pakaian Indonesia di universe tersebut.” ujarnya. Through this show, we see a glimpse of Toton’s enchanting universe. Warna favoritnya, seafoam green, menemani palet lembut alami yang menghias koleksi ini. Dalam pakaian-pakaian yang romantis dan modern, DNA Indonesia nampak begitu kuat. The message here is: never forget your past, but always move forward to the future.
Koleksi Toton 2024 merupakan annual show pertama dari sang desainer. “Kami harus mensimplifikasi semuanya, mengadopsi sesuatu yang lebih baik, misalnya menerima made to order, atau membuat koleksi sesuai dengan kebutuhan saja.” ujar Toton. Annual show ini juga menandai transisi brand Toton dari ready-to-wear ke premium fashion untuk menggapai ke pelanggan-pelanggan baru. “Dari pertimbangan-pertimbangan tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk saat ini kami hanya berproduksi satu kali dalam setahun, dengan penekanan lebih ke menampilkan gagasan fashion, agar orang terinspirasi untuk mau mencoba.”