Elevated through the infusion of craftsmanship.
Koleksi Autumn/Winter 2026 dari Tory Burch yang ditampilkan di New York Fashion Week bermain pada ide design longevity. Burch menyebut musim ini sebagai “a meditation on what endures, especially in times of chaos and despair,” menegaskan bahwa desainnya dibentuk oleh heritage, praktikalitas, serta memori personal. Koleksinya didasarkan pada pertanyaan “what makes archetypes last” sembari mengeksplorasi teknik dan proporsi.
Siluet koleksi ini bertumpu pada wardrobe staples yang diinterpretasi ulang secara subtle. The trench, the henley, the boatneck sweater, dan the pencil skirt menjadi elemen kunci. Inspirasi juga datang dari mendiang Bunny Mellon, seorang horticulturist dan philanthropist yang terkenal dengan pendekatan intuitif akan gayanya. Pengaruh Mellon tampak melalui Bunny Knot, detail baru yang diambil dari quilted cushion yang ditemukan Burch di rumah Mellon di Antigua. Menurutnya, simpul tersebut menjadi “a reminder of connection, strength and unity.”
Craft techniques menjadi aspek penting. Knitwear dan silk dresses hadir dalam tekstur lembut dan bernuansa lived-in, sementara cardigans dan rounded coats dihias metallic badla embroidery buatan tangan para artisan di India. Rangkaian aksesori menonjolkan nuansa nostalgia. Handbags hadir dalam bentuk quilted shoulder bags dengan Bunny Knot berbahan kulit dan logam, soft duffles yang merujuk pada vintage military kits, dan Charlie satchel terbaru. Handwoven raffia dan leather bags terinspirasi dari tas yang digunakan Burch semasa sekolah.
Koleksi footwear diisi ladylike pumps, cut-out loafers, flat boots, dan high-vamp heels beraksen hardware Bunny Knot. Low pump berbahan ultra-plush velvet bertatah mutiara menjadi opsi paling dekoratif. Material alami mendominasi kategori jewellery, termasuk shells, lava rock beads, embossed leather, serta fish pendants dan sardine pins. Wrap-around sunglasses kembali hadir dalam versi logam, sementara jam tangannya terinspirasi dari vintage timepieces.