A combination of OX-C Treatment and Prolatonine.
A fountain of youth may remain a fantasy, yet science has begun sketching something intriguingly adjacent. Certain biological systems can, under carefully orchestrated conditions, tilt toward a younger state, nudging the body’s internal clock to reconsider its trajectory. Aging in reverse is no longer a pure myth.
It has taken shape in the language of epigenetic reprogramming, body’s senescent-cell clearance, stem-cell replenishment, telomere stabilization, inflammatory-pathway modulation, young-blood signalling and plasma dilution, along with metabolic recalibration. While those breakthroughs have yet to coalesce into a single elixir of eternal youth, Dior has approached a supporting dimension of age reversal through the Capture line, focusing on the revitalisation of cellular respiration on skin. The Editors Club found out about this through an online participation at a skincare summit held by Dior in Tokyo, Japan, at the end of last year. It highlighted 3 new Dior Capture products: Night Cream (Crème Nuit), Soft Creme (Crème Fine), Rich Creme (Crème Riche).
Capture and OX-C Treatment
Tokoh utama yang disorot dalam penelitian Dior perihal reverse aging adalah mitokondria. Mitokondria adalah organel sel (organ-organ kecil pada sel) tempat terjadinya respirasi sel, di mana oksigen digunakan untuk memproses glukosa dan asam lemak menjadi energi kimiawi adenosin trifospat (ATP). ATP berguna bagi regenerasi tisu (seklumpulan jaringan sel) di epidermis (lapisan luar kulit) dan produksi kolagen pada dermis (lapisan dalam kulit).
Selama puluhan tahun upaya Dior mempelajari regenerasi kulit, pada 2019 dimulailah sejumlah penelitian yang mengungkap fakta menarik mengenai mitokondria, respirasi sel, dan ATP dalam kaitannya dengan penuaan. Scientific researches tersebut melibatkan Knut Woltjen (Assistant Professor at Center for iPS Cell research and Application [CiRA], Kyoto University) di area stem cells, Vittorio Sebastiano (Associate Professor of Obstetrics and Gynecology at Stanford University) untuk fokus keratinocytes, dan Marie Videau (Research & Innovation Director at LVMH Beauty Division), pada fibroblasts.

Dari studi-studi tersebut, ditemukan bahwa peningkatan mutasi mitokondria seiring penambahan usia berdampak pada penurunan respirasi sel juga pengurangan produksi ATP. Hal-hal itu berkontribusi pada penurunan produksi kolagen. Singkat kata, regenerasi kulit jadi jauh berkurang sehingga kulit signifikan terlihat menua. Signature technology dari lini Dior Capture, OX-C (Oxygeno-Collagen) Treatment, ciptaan tim Dior Science by LVMH Research menyasar problem-problem tersebut. Teknologi OX-C Treatment memanfaatkan plant-origin biopolymers untuk mengoptimalkan transportasi oksigen ke kulit yang berefek ke peningkatan jumlah dan performa mitokondria, sehingga terjadi improvement pada proses respirasi sel dan produksi ATP, dan berujung kepada boosting kolagen.
Sebuah riset lain yang dilakukan oleh LVMH Researcher Dr. Anne-Laure Bulteau, Organisasi Riset Prancis Inserm, dan Stanford Researcher Dr. David Furman menyingkap kaitan teknologi OX-C Treatment dengan kinerja NK cells (Natural Killer Cells). NK cells merupakan sel-sel imun yang secara aktif memburu dan menumpas senescent cells, yakni sel-sel rusak pencetus inflamasi dan penuaan. Seiring usia bertumbuh, jumlah NK cells di seluruh tubuh berkurang sehingga jumlah senescent cells bertambah. Dengan optimalisasi transportasi oksigen di kulit melalui teknologi OX-C Treatment, tampak aktivitas NK cells di kulit meningkat yang menyebabkan berkurangnya senescent cells di area yang mendapat perawatan.
Our view: even if the boost in NK-cell activity unfolds only within the skin’s local environment, it remains a worthwhile shift. You may also want to combine it with Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT), which has shown promising effects on NK-cell behaviour and senescence markers across broader tissue. HBOT carries an added scientific allure as well, with studies showing its ability to extend telomeres — the protective chromosome caps that gradually shorten with each cell division and eventually push cells toward senescence or “cellular death”, a quiet mechanism behind visible aging.
The New Dior Capture: Night Protector
Menginjak usia 40 tahun, lini Capture terus mengikutsertakan berbagai hasil penemuan dan penciptaan ilmiah ke dalam produk-produknya. Bila di rilisan perdananya pada tahun 1986, Capture memanfaatkan liposome untuk vektorisasi active ingredients (membawanya ke area kulit lebih mendalam), di tahun lalu lini tersebut telah dirancang untuk mentransportasi oksigen ke kulit secara lebih optimal: The OX-C Treatment.
Pada 2026, kehebatan lain dari Dior Capture tercipta untuk mengatasi sebuah temuan problematis mengenai kondisi kulit malam hari. Bila banyak yang percaya bahwa malam adalah waktu revitalisasi kulit, Dior Reverse Aging Board – dibentuk pada 2023 – mengungkap hal yang cukup mengejutkan, yakni fenomena nocturnal aging. Setiap malam, nyatanya kolagen diserang oleh enzim destruktif metaloproteinase matriks (MMP). Enzim itu jauh lebih aktif saat malam hari sehingga terjadi penurunan kolagen yang cukup signifikan. Relaunch dari Dior Capture Night Cream dengan OX-C Treatment diformulasikan untuk mengurangi dampak night aging. Bila dikombinasikan dengan Dior Capture Day Cream OX-C Treatment, hasilnya adalah perlindungan 24-hour pro-collagen protocol.

Hal tersebut dimungkinkan karena Dior Capture Night Cream kini diperkaya dengan Prolatonine. Dikomposisi oleh ekstrak bunga yang dihasilkan oleh bioteknologi, Prolatonine yang dipadukan oleh postbiotic ferment membantu mengurangi agresi di kulit kala malam. Semetara itu, teknologi OX-C Treatment di krim ini melanjutkan fungsinya yang dilakukan oleh Day Cream di siang hari. Pada saat yang sama, ekstrak bunga lili, dipeptide, serta hyaluronic acid juga memperkuat aksi perlawanan terhadap tanda-tanda penuaan. Dengan 93% natural-origin ingredients, krim malam yang non-greasy ini cepat meresap ke kulit untuk memberi hidrasi sepanjang malam. Hasil yang dijanjikan ialah kulit yang lebih lifted, toned, serta firm.
Melengkapi night cream terbaru tersebut, Dior Capture turut menghadirkan Soft Creme dan Rich Crème. Krim yang soft – terbuat dari 94% natural-origin ingredients – membawa efek lebih fresh dengan tekstur light namun tetap memberi hidrasi optimal. Sementara itu, krim rich – dari 96% natural-origin ingredients – membawa velvety finish dengan kandungan kompleks baru oleo-ceramides mengkombinasikan squalane dan ceramide NP molecules yang berfungsi untuk menguatkan kembali skin barrier. Untuk mencerminkan spirit dari ketiga produk baru yang resmi meluncur pada awal 2026 (Dior Capture OX-C Treatment Night Cream, Soft Creme, dan Rich Creme), Dior Ambassador Charlize Theron tampil dalam sebuah campaign garapan fotografer Brigitte Lacombe.
Dengan harapan banyak orang untuk merawat youthfulness, tema reverse aging menjadi salah satu hot cakes di dunia riset ilmiah dan Dior Science by LVMH Research telah menjadi salah satu partisipannya. Inovasi-inovasi produk perawatan kulit dari Dior turut menjadi satu dari serangkaian pieces of puzzle dalam upaya “mitologis” untuk membalikkan jam pasir tubuh. Sebagaimana perbincangan singkat The Editors Club dengan Marie Videau (Research & Innovation Director at LVMH), Knut Woltjen (Assistant Professor at Kyoto University), Vittorio Sebastiano (Associate Professor at Stanford University) pada skincare summit di Tokyo akhir tahun lalu, penelitian tentang reverse aging tengah dilakukan oleh berbagai pihak terhadap bermacam-macam elemen tubuh, dan komitmen Dior Research adalah untuk terus menggali topik tersebut di organ tubuh paling visible: kulit.