the power of flower.
Bunga sebagai makhluk hidup memiliki tahapan perkembangan hingga tiba di fase indah merekah.Perjalanan serupa turut terjadi pada kehidupan manusia. Didiet Maulana merangkai dua sudut pandang tadi menjadi kesatuan konsep pada presentasi koleksi tahunan Svarna by Ikat Indonesia. Ia memberi tajuk Puspa Senandika yang berarti monolog diri dengan perantara bunga.
Buah dari rangkaian tadi adalah nuansa romantis yang dikemas dalam urutan sub-tematik. Wastra nusantara tentu menjadi komposisi utama. Presentasi dibuka dengan stage act oleh model senior Wiwied Muljana yang anggun mengenakan atasan kebaya, bawahan kain dan melenggok tanpa alas kaki bersama transparent fabric aksen lipit putih bernuansa suci.
Diikuti oleh kembalinya model Dominique Diyose di runway mengenakan atasan kemben, obi emas, bawahan kain lilit sembari mengayunkan kain motif bunga menjuntai dengan hairdo berhiaskan bunga. Hiasan tersebut lantas menjadi format bagi setiap peraga perempuan yang berjalan di runway presentasi koleksi ini.
Sebanyak 95 looks diperagakan dan dibagi menjadi tiga chapter. Pertama merupakan deskripsi sang desainer akan bagaimana generasi muda memiliki keterikatan dengan wastra Indonesia. Eksplorasi ini tampil lewat paduan outer berlengan lebar layaknya siluet baju kurung dan kain lilit bermodel high-waisted serta atasan tube bernuansa sparkle. Kreasi menswear juga memiliki andil di sequence ini.
Kedua, Didiet bereksperimen untuk menciptakan nuansa crafty dengan paduan wastra Nusantara. Atasan kebaya tampil panjang dengan tekstur applique bermotif petals warna blush pink yang romantis dipadu dengan kain lilit dan sepatu feathers nan seduktif. Kemeja satin dengan motif repetisi warna emas membawa kesan rileks menjadi lux pada kreasi menswear.
Terakhir mengisahkan cinta yang dikemas dalam tradisi kekeluargaan Indonesia. Tak hanya diperagakan oleh model dewasa, Didiet Maulana turut membawa peraga anak perempuan mengenakan kreasi kebaya multi-layer dengan bawahan kain variatif. Mereka tampil bersama model perempuan mengenakan atasan kebaya beraksen lipit dan model laki-laki mengenakan top-coat aksen broken glass motif bunga. Sang desainer menyebutnya, true strength in togetherness.