SukkhaCitta Menangkan Cartier Women’s Initiative 2023

From earth to the people on earth.

 

Label SukkhaCitta besutan Denica Riadini-Flesch diumumkan sebagai pemenang pertama program Cartier Women’s Initiative 2023 untuk wilayah South Asia and Central Asia. Setelah sebelumnya berlangsung proses seleksi dan penjurian, puncak acara penganugerahan dilangsungkan di Salle Pleyel, Paris, beberapa waktu lalu. Di regionalnya, Denica mengungguli dua finalis lain, yakni Mint Lim (School of Concept) asal Singapura dan Dimple Parmar (ZenHeal Wellness Private Limited) asal India. Ia berdiri bersama 10 sosok dari regional dan kategori lain yang turut menjadi first place awardee.

Kekuatan label SukkhaCitta tak lepas dari sudut pandang Denica yang membumi. Dalam mengelola labelnya, ia belajar dari perempuan di desa untuk menciptakan pakaian yang menggunakan pewarna alami dan memproduksi kapas yang traceable. Ia mencetuskan mengaplikasikan metode tumpang sari. Penanaman kapas sebagai material penciptaan pakaian pun dipelihara tanpa penggunaan pestisida. Kerja keras Denica dan kepeduliannya pada lingkungan juga masyarakat (56% keuntungan dari hasil penjualan dikembalikan langsung ke pengrajin dan petani) membuat label-nya meraih sertifikasi B-Corp. 

Atas kemenangannya, Denica berhak menerima pendanaan sebanyak 100.000 dollar dan mentorship selama satu tahun. Acara malam puncak Cartier Women’s Initiative sarat makna diisi oleh sosok agent of changes. Sandi Toksvig, sebagai broadcaster, penulis dan aktivis perempuan menjadi host. Amal Clooney, sebagai co-founder dari Clooney Foundation yang bergerak di ranah justice and leading barrister in international law turut memberi sambutan bersama Cyrille Vigneron, CEO dan President Cartier International.

Program Women’s Initiative yang dilaksanakan Cartier sejak Tahun 2006 ditujukan untuk sejalan dengan United Nations Sustainable Development Programs untuk Pemberdayaan Perempuan melalui ranah entrepreneurship. Tajuk Cartier Women’s Initiative 2023 adalah Forces for Good di mana sosok figur publik yang vokal akan keadilan seperti Nadine Labaki, Yara Shahidi hingga Melanie Laurent turut memberi sudut pandang mereka untuk menciptakan gerakan solidaritas global yang menginspirasi. Penampilan artistik dalam rupa tarian oleh Sadeck Waff memeriahkan acara tersebut secara indah dan menginspirasi.