A conversation with Jean-Sebastien Gerondeau,
South Asia President of Montblanc.
Hari itu, jalanan Jakarta cukup bersahabat, tidak seperti hari-hari sebelumnya yang macet luar biasa. Saya tiba di Plaza Senayan lebih awal, sempat berbincang dengan Pearlyn Lim, Montblanc’s Regional Marketing Director for South East Asia, tentang bagaimana brand ini begitu lekat di hati, bahkan digunakan turun-temurun dalam keluarga.
Tepat pukul 17.30, saya sudah duduk manis berhadapan dengan Jean-Sebastien Gerondeau, South Asia President of Montblanc, siap untuk sesi one-on-one interview bersama The Editors Club.
Jean-Sebastien berada di Jakarta untuk meresmikan butik terbaru Montblanc di Plaza Senayan dengan konsep lebih modern. Sambil membersihkan kacamata progresif, saya membuka percakapan dengan pertanyaan, “Sekarang jam 5:30 sore, artinya saya harus memberi greeting ‘bonjour’ atau ‘bonsoir’?”
“Bonsoir is more fitting,” ujarnya. So, Bonsoir, Jean!

What does Montblanc stand for today?
Sebagai media digital, kami ingin memulai interview ini dengan pertanyaan yang relevan di era sekarang. Di zaman digital, di mana tulisan tangan semakin jarang digunakan, bagaimana Montblanc merefleksikan dan mendefinisikan kembali identitasnya?
“First, Montblanc is really well known in terms of brand. Kami memiliki brand awareness yang sangat kuat sebagai produsen alat tulis. Namun, seperti yang Anda katakan, era digital telah mengubah persepsi masyarakat tentang menulis. Apa yang kami hadirkan untuk mengingatkan kembali seni ini adalah the experience of writing yang kami berikan kepada klien. Mereka sangat mengapresiasi hal itu. Ketika mereka datang ke butik, kami menawarkan pengalaman menulis dan membantu mereka memilih jenis pena yang sesuai dengan gaya tulisan mereka.
Selain itu, kami juga banyak berinvestasi dalam story telling dari semua alat tulis kami, termasuk edisi terbatas. Setiap produk memiliki kisahnya sendiri, didedikasikan untuk tokoh tertentu – entah itu seorang pelukis, penulis, atau ikon budaya. Dunia menulis kini menjadi lebih eksklusif, dan itulah mengapa klien kami tidak ragu membeli edisi terbatas, bahkan lebih banyak daripada sebelumnya. They love where we stand today!”

How does storytelling shape Montblanc’s connection with its clients?
Montblanc memang dikenal dengan storytelling-nya. Bagaimana pendekatan ini membangun hubungan dengan klien?
“Kami selalu serius dalam merangkai storytelling seputar koleksi kami. Misalnya, tipe profil yang kami angkat dalam edisi terbatas adalah mereka yang kami sebut sebagai Great Characters, seperti The Beatles, Enzo Ferrari, dan Great Gatsby. Dulu, Montblanc tidak pernah mengangkat tokoh-tokoh seperti ini. Sekarang, kami lebih banyak memilih sosok yang lebih kontemporer. Jika dulu apresiasi kami tertuju pada penulis klasik seperti Balzac, kini yang kami angkat adalah people of lifestyle, which is very important.
Di kategori leather goods, kami juga menawarkan nuansa yang lebih muda dengan warna-warna baru. Sebelumnya, Montblanc selalu identik dengan warna hitam. Perubahan ini adalah cara kami untuk tetap relevan dengan audiens baru.”
Balancing heritage and innovation
Montblanc memiliki warisan panjang dalam craftsmanship. Bagaimana brand ini menyeimbangkan tradisi dengan inovasi?
“Ketika Anda bekerja di luxury brands, menjaga warisan dan tradisi adalah hal yang esensial. Namun, tak kalah penting untuk mentransformasikannya agar tetap relevan. Kami melakukannya melalui kategori baru seperti leather goods dan gadgets – termasuk headphones dan jam tangan digital. Pendekatan ini membantu kami menciptakan keseimbangan dengan tetap mempertahankan koleksi alat tulis sebagai heritage product kami.”

Which category is leading in sales and profitability?
Montblanc kini memiliki portofolio yang luas – dari aksesori, tas, jam tangan, hingga headphones dan sunglasses. Kategori mana yang saat ini paling kuat dalam penjualan dan profit?
“Kami memiliki dua kategori yang sangat kuat. Yang pertama tentu saja alat tulis, sedangkan yang kedua adalah leather goods. Kategori ini tumbuh secara signifikan, dan inilah alasan kami membuka butik baru dengan konsep modern. Di butik sebelumnya, fokus utama adalah alat tulis, tetapi di butik baru ini, leather goods diberikan perhatian lebih dengan desain rak yang lebih besar, pencahayaan yang lebih baik, dan pendekatan modern yang benar-benar baru bagi kami. Kami juga memiliki jam tangan sebagai bagian lebih kecil dari bisnis, tetapi tetap sangat penting.”
“Jika dulu apresiasi kami tertuju pada penulis klasik seperti Balzac, kini yang kami angkat adalah people of lifestyle, which is very important.”
Montblanc’s strategy in the luxury market
Bagaimana strategi Montblanc saat ini, mengingat perkembangan bisnisnya yang semakin luas?
“Yang menarik dari Montblanc adalah bahwa kami adalah sebuah universe. Banyak klien kami adalah pelanggan lintas kategori. Ketika mereka mengenal satu produk Montblanc, mereka akan tertarik mengeksplorasi produk lainnya.
Selain itu, kami memiliki komunitas kolektor yang kuat, terutama untuk alat tulis. Montblanc telah mengembangkan edisi terbatas selama lebih dari 30 tahun, dan komunitas ini terus berkembang. Kami juga dikenal sebagai gift brand. Saat seseorang ingin memberikan hadiah istimewa, mereka akan mengingat Montblanc sebagai simbol kesuksesan. Jadi, ada emotional attachment yang sangat kuat dengan brand ini.
Dari segi harga, Montblanc tidak semahal beberapa luxury brands lain, sehingga volume penjualan menjadi sangat penting.”

What are the challenges Montblanc faces in the luxury industry today?
“Sebenarnya, kami tidak memiliki tantangan spesifik. Montblanc memiliki beragam produk dengan rentang harga yang luas, termasuk di entry point yang lebih terjangkau. Jadi, meskipun ada fluktuasi di luxury market, kami tetap stabil. Di kategori alat tulis, misalnya, klien datang kepada kami karena sesungguhnya tidak banyak alternatif di pasar.”
The future of luxury in South Asia
Di tengah perubahan makna luxury, apa yang paling membuat Anda bersemangat dalam industri ini?
“What excites me the most is bringing exclusivity into everything we do at Montblanc. Itu adalah cara menciptakan excellence dalam sebuah brand. Anda harus selalu menghadirkan emotions. Ketika klien memasuki butik, mereka harus bisa merasakan atmosfer brand, dan menemukan produk yang tepat untuk mereka. Ketika klien kami memberikan pujian mengenai hal ini, itulah yang membuat saya sangat bersemangat. Definitely, this is truly the key driver.”

Describe Montblanc in three words
“Well, the first is ‘writing’ – karena semangat menulis adalah DNA kami. Kedua, ‘craftsmanship’ – ada craftsmanship yang luar biasa di balik setiap kreasi kami. Dan yang terakhir, ‘balance’ – antara tradisi dan inovasi. Kemampuan kami bertahan selama ini berkaitan erat dengan keseimbangan ini.”
Setelah berbincang, kami pun mengeksplorasi butik baru Montblanc yang tampil elegan dengan material granit dan travertine. Koleksi alat tulisnya disusun dalam suasana yang terinspirasi perpustakaan, sementara jam tangan dipamerkan dengan ukiran dial dari koleksi ikonis Montblanc 1858. Leather goods tersusun rapi di sepanjang dinding butik, dan ada ruang khusus untuk mencoba koper-koper Montblanc.
Butik baru ini membuktikan bagaimana sebuah heritage brand dapat terus relevan dengan zaman melalui inovasi yang tepat. And oh, a fun fact: di luar ada Mew Suppasit, Montblanc’s Friend of The Brand dari Thailand.