Studio 133 Biyan Spring/Summer 2023, Nostalgia dalam Bertumbuh

Interpreting 60’s and 70’s vibe in a modern way.

 

35 tahun lalu, Studio 133 Biyan hadir dengan konsep modern traditional menciptakan pola baju kurung, kebaya ringan yang tak harus ketat untuk dipakai ibu-ibu muda ke acara yang membutuhkan sentuhan Indonesia,” ujar Biyan Wanaatmadja menjelaskan awal mula lini tersebut kepada The Editors Club saat konferensi pers sesaat sebelum show terbaru koleksi untuk musim Spring/Summer 2023.

Biyan mengakui bahwa selama perjalanan brand tersebut, generasi dan behaviour konsumen berubah. Demografi pelanggannya merambah hingga ke sosok muda, ia menyebut angka usia 13 sampai 14 tahun. “Apa yang kita ciptakan mewakili kebutuhan mereka dan kami bertumbuh bersama. Saya dan tim pun happy,” lanjut Biyan. Pertumbuhan tersebut kini didekati lewat tema nostalgia.

Koleksi rancangan terbaru berjudul “Nostalgia Retrogade” ini berangkat dari intuisinya untuk melepas kungkungan selama pandemi. “Ada semangat kerinduan, kangen, retrospeksi,” ungkap Biyan. Untuk mempresentasikan koleksinya kali ini, ia menyulap ballroom Hotel Intercontinental Pondok Indah Jakarta dengan dekor konstruksi gedung unfinished bersama tatanan cahaya vibran merah-biru. Di bagian lantai, hadir motif bunga yang merupakan bagian sneak-peek dari cerita koleksinya. 

Ia mendaulat Rizal Rama, sosok berparas gender-fluid, untuk tampil sebagai opening look mengenakan oversized stripes shirt dan relaxed beige pants, bersama suguhan aksesori oversized tote dan mini cross-body bag. Biyan menuturkan bahwa ia terinspirasi dari era 60-an dan 70-an dan meminjam semangat free-spirited-nya. Hal tersebut diwujudkan dengan hadirnya ragam line-up model muda, untuk perempuan maupun laki-laki dengan berbagai karakter. Pesan youthful vibe-nya begitu terasa. 

Colour dan motif clashing juga merupakan konsep yang ia terapkan di kreasi ini. Hadir kreasi see-through dress bersiluet A-line, dengan aksen patchwork rupa bunga daisy bermaterial stripes fabric yang wearable nan airy. Kreasi maxi slip dress motif bunga di sisi kiri dipadu bersama colorful stripes sisi berlawanan. Rangkaian halterneck top, dress maupun maxi dress mendapat treatment serupa yang menciptakan multi-dimentional texture dan juga colorful vibe. Inilah terjemahan sang desainer akan elemen masa kini yang wearable, multi-siluet dan tanpa batas.

Kreasi kemeja juga turut tampil atraktif. Oversized stripe shirt hijau didesain dengan tabrak motif geometris multiwarna bersama two-oversized pocket. Nuansa wordplay logomania menyemarakkan branding Studio 133 Biyan dalam warna vibran. Dalam berbagai desain, siluet model ini cenderung oversized, sehingga bukan tak mungkin bila ia suitable menjadi kreasi unisex. Kreasi footwear-nya juga memikat di mana model Mary Jane T-bar heels nan ikonis dari era 60-an ditranslasikan dalam ragam warna burgundy, maroon hingga kuning dalam shiny finished.