Navigating Identity and Community Behind Your ‘Sign’
“Zodiak kamu apa? MBTI kamu apa?” Ketika saya bertemu orang baru dan kami mulai berdiskusi tentang zodiak, dalam beberapa detik sepertinya orang-orang langsung memiliki sebuah ide akan kepribadian saya, dan saya pun juga memiliki respons yang sama terhadap mereka. Bagi mereka, saya yang Libra, berarti susah memilih antara beberapa hal. Bagi saya, mereka yang Cancer, berarti orang-orang yang perasaannya lembut.
Suatu hari, saya berpikir, mengapa masyarakat kita begitu suka mengelompokkan orang-orang dalam suatu kategori, apakah itu berdasarkan zodiak atau MBTI atau golongan darah, lalu mengapa diri kita sendiri juga memiliki ketertarikan terhadap konsep-konsep tersebut? Apakah kita hanya mengikuti tren yang sedang populer, or is there something more behind it?

Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk sosial. They want connection. They want to feel understood. They want a sense of belonging to a certain group or community. Konsep-konsep seperti zodiak dan MBTI dapat menjadi sarana untuk mereka merasakan hal-hal tersebut. Sebuah bentuk validasi bahwa, “It’s okay to be ourselves,” atau “We are not the only ones.” Kita adalah bagian dari suatu kelompok, dan orang-orang di kelompok tersebut memiliki kesamaan dengan kita dalam beberapa hal.
Fenomena zodiak dan MBTI ini juga memperlihatkan bagaimana kita sebenarnya juga ingin memahami dunia. Uniknya, kita malah sering tidak menunjukkannya secara straightforward. Malahan, kita bertanya, “oh MBTI kamu ENTJ? Tentu, karena sifat kamu seperti sifat seorang ENTJ”. Di balik pernyataan itu adalah keinginan untuk mengenali lingkungan di sekitarnya. Namun, zodiak dan MBTI bukan sesuatu untuk dijadikan patokan satu-satunya.

Dalam membaca zodiak atau MBTI, ada elemen self-expression di dalamnya. Semua dari kita membutuhkan harapan – perasaan comforting bahwa kita tidak sendirian, bahwa ada orang yang seperti kita dan mengerti karakter kita. Bagi mereka yang skeptis: tentu, hal-hal seperti zodiak dan MBTI bukan sesuatu untuk ditanggapi dengan terlalu serius. Tidak ada salahnya untuk seseorang lebih mengenali sisi-sisi unik dari kepribadiannya melalui hal-hal tersebut.
At the end of the day, I believe that people shine the brightest when they are the best versions of themselves. Dengan lebih mengenali diri mereka sendiri, mereka dapat melihat apa yang menjadi kekuatan mereka dan apa saja sisi-sisi mereka yang perlu dibenahi. If knowing your zodiacs and MBTI can help you level up, then it can be a positive thing to dive into. They do help us understand ourselves and the world around us better.