StrEIGHT from The Desk of: Hessy Aurelia

Love Language

 

Saya selalu tersentuh oleh kesuksesan. Kalau lihat sesuatu yang hebat, hati ini langsung terasa berat. Bukan berat karena sedih, tapi lebih karena merasa overwhelmed. Terharu dan bangga bercampur yang biasanya menjadi bahan unggulan untuk bisa bikin airmata menggenang.

Aneh memang. Kalau mendengar kisah pilu seseorang di podcast atau membaca curhatan personal di Instagram, jarang sekali saya menangis. Malah kadang sebal. Apa sih untungnya cari perhatian dengan memamerkan kesedihan?

Namun sebaliknya, melihat konser Taylor Swift atau ketika Miley Cyrus memenangkan Grammy pertamanya, di acara graduation anak atau ketika sedang menonton film dokumenter tentang perjalanan seseorang menuju sukses, sudah pasti saya mewek – bahkan sesenggukkan.

Mungkin gak ya kalau love language saya adalah ikut senang akan kesenangan orang lain, inspired by other people’s success?

Hal ini jadi membuat saya berpikir. Sebentar lagi Pemilu. Menurut saya, sudah jelas ketiga pasangan calon presiden dan wakilnya adalah orang-orang yang sukses. Meskipun begitu, terus-terang saya belum tahu mau memilih yang mana. Buat saya, sama saja. Tiap orang hanya berusaha untuk menang dalam hidupnya atau paling tidak bertahan. Saya pernah bilang, manusia itu human nature-nya untuk berpolitik, karena dasarnya manusia akan selalu berstrategi untuk bisa berada di posisi atau dalam keadaan yang lebih baik. Jadi wajar jika langkah dan strategi yang dikeluarkan oleh masing-masing pasangan kadang belum tentu bisa dipahami oleh semua orang.

 

what you see in others exists in you.

 

Tapi balik lagi, ada yang bilang “what you see in others exists in you”. Saya berharap, di dalam diri saya ada nilai-nilai kemenangan, ada sifat kepemimpinan, ada gelora untuk merangkul dan belajar dari yang lebih pintar. Saya gak suka orang yang suka menaikkan diri sendiri dengan menjatuhkan orang lain. Paling anti dengan orang yang hobi mengoreksi orang lain tapi gak pernah ingat untuk memperbaiki dirinya sendiri. Saya suka dan selalu tertarik untuk dengar cerita atau dipengaruhi  oleh kemenangan.

Di bulan Februari ini, kita juga akan merayakan Tahun Baru Imlek. Bisa juga momen ini dijadikan titik awal kita untuk belajar, untuk mengoreksi dan memperbaiki diri sendiri. Siapapun yang menang nanti, semoga yang kalah bisa menghidupkan kembali love language ikut merasa menang akan kemenangan orang lain. Karena di situlah peran patriot yang sesungguhnya. Di situlah karakter pemimpin yang seutuhnya.

Semoga Indonesia terus maju dan semakin makmur. Rakyatnya pintar dan kelakuannya keren.

Always remember, what you see in others, exists in you.  ; )