Coming from Nature.
Fashion dan beauty merupakan dua dunia yang bereksistensi bersama dalam visi Chanel. Sejak diperkenalkannya wewangian No.5 di tahun 1921, Chanel’s realm of beauty has evolved to an integrative universe of knowledge, know-how, self-care, and wellness. Dalam semua itu, raw material memiliki peran penting dalam komitmen kecantikan sang rumah mode. Bagi Chanel, integrative beauty diarahkan oleh para ahli di open sky laboratory yang menghasilkan dan mengolah bahan-bahan terbaik untuk diolah menjadi active ingredients yang akan digunakan di produk-produknya. Inilah kisah open sky laboratory Chanel yang terletak di Gaujacq, Prancis.
Sejak tahun 1998, Chanel telah memimpin proyek besar di desa Gaujacq yang berfokus kepada konservasi bunga Camellia, bunga emblembatis Mademoiselle Chanel. Bekerjasama dengan international camellia expert Jean Thoby, konservatori ini menyimpan 2.000 varietas bunga Camelia, termasuk dua bibit dari bunga Camellia yang dipesan oleh Gabrielle Chanel satu abad lalu. Selain itu, konservatori seluas lima hektar ini juga memiliki 3.000 tanaman yang dikumpulkan keluarga Thoby yang bergerak di bidang botani selama lima generasi.
Iklim di Gaujacq menyerupai iklim di Cina dan Jepang di mana bunga Camellia berasal, membuatnya sebagai lokasi ideal untuk pelestarian bunga ini. “From trial to trial, following numerous exchanges with the phytochemistry laboratory, we managed in 2009 to carry out a first cultivation of Camellia japonica ‘Alba Plena’.” ujar Thoby. Tanpa proyek ini, bunga Camellia putih mungkin saja sudah tak ada lagi. Sementara itu, Camellia japonica merupakan komponen penting dari lini skincare Hydra Beauty berkat fungsi kelembapannya. “Camellias have the characteristic of having no senescence program: genetically, they are not programmed to die. So the more time passes, the more beautiful and strong the plant is,” tambah Thoby.
Di Camellia Farm ini, bunga Camellia japonica ‘Alba Plena’ dikultivasi di tanah lapang tanpa input kimiawi. Teknik khusus dalam agro-ecology dan agro-forestry telah diterapkan untuk memperkuat ekosistem antara tanaman, tanah, dan air. Tanaman lain, seperti Achillea millefolium putih, Knautia arvensis, dan Trifolium, juga tumbuh untuk menopang pertumbuhan Camellia japonica ‘Alba Plena’. Pendekatan open sky laboratory ini mendemonstrasikan komitmen Chanel kepada plant sourcing. Sinergi kompak ini hadir dari kerjasama antara pelestarian biodiversitas, peranan mereka dengan pengetahuan ekologi, serta laboratorium yang mengolah bahan-bahan tersebut menjadi active ingredients dalam produk kecantikan.