Selebrasi Kultur Peranakan di Koleksi Imlek Ghea Fashion Studio

Paying homage to Chinese culture.

 

Akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia meninggalkan jejak budaya yang impresif. Seni ukir dengan rupa seperti naga, burung maupun bunga adalah salah satu wujudnya. Menyambut Chinese New Year, desainer Ghea Panggabean memberikan bentuk penghormatannya terhadap budaya Tionghoa dengan merilis koleksi yang mengadopsi estetika kultur peranakan. 

Koleksi tersebut dipresentasikan dalam momen soirée di Hotel Mulia Jakarta. Pembuka presentasi koleksi adalah kebaya encim bordir bersama paduan kain batik yang memiliki sentuhan motif chinoiserie. Dalam variasi lain, motif Chinoiserie hadir dalam rupa outer bersiluet longgar, bordir pada kebaya velvet, hingga blus panjang Vietnam, Ao Dai.

Ia turut mengangkat motif batik asal Pekalongan maupun Pesisiran yang diolah menjadi kreasi twisted A-line dress maupun atasan yang terinspirasi oleh Cheongsam dengan model kerah Mandarin, dipadu bersama outer dan siluet bell-bottom.

Palet merah sebagai simbol keberuntungan kepercayaan budaya Tionghoa juga tak luput dipresentasikan dalam rupa sleeve shirt yang collar dan cuff-nya dibubuhi motif kain tradisional. Di presentasi koleksi ini, Ghea turut merilis kreasi menswear yang siluetnya terinspirasi baju kurung Cekak Musang Melayu dari Malaysia yang diinterpretasi modern lewat spread collar model.