Selebrasi 250 Tahun Breguet dalam Elegansi Classique Souscription 2025

A story of success.

 

We wanted to surprise people by presenting not a grand complication, as some might have expected, but a single-hand watch. Through this model, we wanted to tell a story, our story,” ungkap Gregory Kissling, CEO of Breguet, mengenai Classique Souscription 2025 yang dirilis sebagai selebrasi atas usia 250 tahun sang Maison. To us, this a thoughtful decision and this latest souscription watch is a beauty; subtle yet supreme.

Jam souscription punya andil penting dalam sejarah brand yang berdiri sejak tahun 1775 tersebut. Here is a little background story. Abraham-Louis Breguet pindah ke Swiss pada tahun 1793 untuk melindungi diri dari kekacauan Revolusi Prancis. Saat kembali ke Paris tak lama berselang, souscription watch menjadi inovasi sekaligus strategi sales and marketing dari perusahaannya.

Resmi dipasarkan ke publik pada 1797, konsumen yang berminat harus melakukan pemesanan dengan uang muka seperempat dari total harga. Hal ini memungkinkan workshop Quai de l’Horloge untuk mendapat materi yang dibutuhkan bagi pembuatan jam tangan tanpa terbentur kendala biaya sehingga bisnis Breguet pun kembali bangkit usai masa revolusi. Skema tersebut berjalan selama lebih dari 30 tahun dan berhasil meraup untuk dari 700 pesanan. Jam berarsitektur simpeltersebut diiklankan lewat pamflet; sebuah praktik yang masih jarang dilakukan kala itu.

With this new approach, Breguet addressed its potential customers directly and demonstrated a great deal of pedagogy. Not only did it reinvent the watch, but it also reinvented the way it was sold, once again confirming the pioneering status of this watch. Needless to say, the Souscription watch was a great commercial success and a milestone in Breguet’s career,” ungkap Emmanuel Breguet, Head of Patrimony.

Untuk perayaan 250 tahun Breguet, Classique Souscription 2025 dilahirkan kembali sebagai jam tangan modern (awalnya merupakan pocket watch). Dial jam ini memesona dengan grand feu enamel yang tampil understated. Open-tipped Breguet hand warna biru di kreasi ini melibatkan kerja tangan dalam pembuatannya. Angka dan minute markers hadir berwarna hitam dengan petit feu enamel; sebagaimana juga diaplikasikan pada lambing Breguet di angka 12.

Inskripsi “Souscription”, nomor seri, dan signature kreasi ini berada di posisi angka 6 dan akan terlihat bila mendapat arah cahaya yang tepat. Signature menjadi bukti keaslian produk. Sebagaimana di masa A.L. Breguet, elemen tersebut dibuat menggunakan diamond-point pantograph. Sapphire crystal dihadirkan dalam profil chevé yang berentuk lebih tipis dan less-domed. Ini merupakan inovasi A.L. Breguet yang kemudian diterapkan oleh merk-merk lain.

Gold alloy pada jam tangan baru ini adalah ciptaan baru yang dibuat secara khusus. Breguet Gold 18K terdiri dari emas 75% yang dipadu silver, copper, dan palladium. Hasilnya adalah emas yang berkilau juga tahan terhadap discolouration. Memiliki case ukuran 40 mm, bagian belakang kreasi ini terinspirasi oleh Souscription watches pertama yang ditandatangani oleh A.L. Breguet. Pada ratchet wheel dapat terlihat kalimat sang founder menjelaskan desain dari movement jam yang diambil dari brosur iklan kala itu. Kalimat-kalimat tersebut berupa huruf sambung. Amazing!

Penggerak timepiece ini ialah calibre VS00 bermaterial gilded brass. Movement tersebut berhiaskan guilloché pattern yang diungkap tahun ini dengan nama Quai de l’Horloge. VS00 menghasilkan frekuensi 3Hz dengan 21.600 getaran per jam. Power reserve yang diproduksi mencapai 4 hari hanya dengan single barrel. Balance spring di kreasi ini hadir dengan Breguet overcoil berbahan Nivachron; sebuah non-magnetic alloy dari titanium yang membuat movement lebih tahan terhadap berbagai temperatur dan medan magnet.

Classique Souscription 2025 tersedia dalam presentation box spesial berwarna merah. Terinspirasi Moroccan leather cases merah yang digunakan A.L Breguet untuk kreasi-kreasinya, presentation box ini terbuat dari grained calf leather dengan gold hot embossing “BREGUET 250 YEARS”.