A sartorial response to noise.
Dunia memiliki noise yang tak selalu bisa dihentikan, namun dapat diolah. Sapto Djojokartiko memiliki cara untuk merespon kebisingan itu. Koleksi Spring/Summer 2026 menjadi hasil perenungan akan hal tersebut, di mana imajinasi kembali bernapas.
Sapto kembali menjadikan The Penthouse, Sentral Senayan II Building menjadi venue presentasi koleksinya. Terlihat aksen metal berupa benches dan cerobong pendingin bernuansa raw menghiasi venue dalam nuansa industrial karya studio arsitektur Fffaaarrr. Tiap tempat duduk dilapisi alas berupa potongan carpet upholstery yang individual. Alunan dialog oleh aktor Rukman Rosadi menandai awal presentasi.
Palet bon-bon, sebagaimana sang desainer menamai dusty pink, merupakan representasi dari cara lembut Sapto menyuguhkan keindahan. Ia hadir pada kreasi light coat bordir yang dipadu kemeja oversized, polo knit dan celana pinstripes sebagai look pembuka. Look ini menjadi format sang desainer menginterpretasi ulang arsip karyanya secara lebih kompleks. Demikian pula dengan motif kotak yang hadir dalam rupa blazer, lightcoat, rok aksen lipit, gaun hingga menswear jacket berbentuk anyaman.
Sentuhan tradisi dihadirkan dalam pesona kriya yang kompleks. Dari corak batik kawung diukir pada material kulit, sulam halus kerancang pada cape, hingga gaun applique berwarna lembut. Ada pula ikat cemplong Bali yang hadir dalam rupa jaket berdetail beads dengan teknik sulam bulu terinspirasi oleh seni baroque. Look ini tampil bersama clutch dalam rupa fringe merah maroon yang menggoda.
Dari 50 looks yang diperagakan, beberapa diantaranya yang dominan adalah kreasi jaket nuansa transparan, palet vibran, intricate embroidery dan beads, hingga siluet jam pasir yang relaxed namun tegas. Sapto juga menyuguhkan kreasi khasnya yakni embroidery organza atau sifon yang kini playful dengan aksen pita di bagian dada, atau dalam nuansa praktis sebagai atasan dan celana wide.
Material tersebut juga teraplikasi pada kreasi jaket versi menswear yang dikenakan sebagai outer maupun inner bersama tailored coat warna abu pucat. Twist hadir dalam warna coklat dari tailored pants dan layering kemeja biru vibran. Serupa dengan kreasi womenswear, sentuhan kriya pada menswear berupa jaket anyam motif kotak maupun outer motif batik kawung diproduksi dengan pengerjaan tangan. Kompleksitas ini merangkum narasi keindahan versi Sapto, yakni keseimbangan antara kekuatan, ketenangan, dan keindahan yang dirajut perlahan.