Preserving the heritage.
Beberapa waktu lalu, Denny Wirawan bersama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan koleksi Batik Kudus terbaru dalam sebuah pagelaran busana yang diadakan di Kudus, Jawa Tengah. Di bawah tajuk “Sandyakala Smara”, koleksi ini berupaya untuk mendekatkan kembali Batik Kudus ke publik serta membantu pelestarian budaya kerajinan batik di kota kretek tersebut.
Presentasi “Sandyakala Smara” digelar di Rumah Adat Kudus Yasa Amrta pada sebuah malam senja yang indah. Sarat sejarah dan makna filosofis, rumah Joglo Pencu tersebut merupakan sebuah lokasi ideal untuk menampilkan kreasi-kreasi batik Denny Wirawan. Pagelaran ini dibagi menjadi 3 babak: Mahajana, Asmaradana, dan Layar Sutera. Referensi budaya peranakan bertabur di semua babak dalam bentuk motif flora fauna seperti naga, phoenix, awan, kupu-kupu, dan bunga krisan serta warna-warna pastel, merah, kuning, dan hijau.
Sebagai babak pembuka, Mahajana menampilkan keindahan kebaya dan kain batik Kudus. Pesona klasik dari kebaya encim dan kain Batik Kudus ditranslasikan dalam siluet yang modern dan segar. Berlanjut ke babak kedua, Denny Wirawan menjadikan cheongsam sebagai kanvas untuk karya-karya yang menghembuskan inovasi pada masa lalu. Mengambil inspirasi dari era kebangkitan industri Tiongkok di tahun 1920an, hadirlah crop top, long dress, rok berpinggang tinggi, dan pantalon yang mengacu pada perjuangan dan keindahan masa tersebut. Kemudian, pada babak penghujungnya, kejayaan masa lalu dikunjungi kembali melalui motif-motif khas Tiongkok dalam Batik Kudus.
Kental akan kekayaan budaya dan inovasi busana, presentasi “Sandyakala Smara” ini menunjukkan bahwa warisan budaya dari masa lalu dapat diadaptasikan kembali dengan indah ke era modern. “Koleksi Sandyakala Smara tak hanya sekadar busana, namun juga sebuah perjalanan budaya dan kreativitas yang mempertemukan antara masa lalu dan saat ini dengan harmoni. Sebuah perwujudan serta penghormatan atas warisan keindahan wastra dengan pembaruan yang dikemas dalam estetika yang memukau,” tutur Denny Wirawan.