The complexity of minimalism.
Merayakan 15 tahun berkarya di industri fashion, Auguste Soesastro memilih untuk mengadakan pameran yang merupakan kumpulan karyanya dan direinterpretasi dengan narasi terkini. Kreasinya yang sarat akan inspirasi budaya Jawa ia kemas secara sederhana namun thoughtful, di mana sang master tailoring mengadakan live performance menyusun pola menjadi sebuah dress nan indah.
Pameran tunggal Auguste Soesastro mengambil tajuk dalam bahasa kromo inggil, ꦢꦪꦤꦶꦁꦧꦸꦢꦶ, yang dibaca Dayaningbudi. Terdapat 3 zona berbeda, di sana. Pertama adalah Njawani yang terinspirasi oleh budaya leluhur sang desainer, namun mendapat sentuhan style yang relevan untuk khalayak lebih luas, seperti beskap dengan motif parang hingga patchwork.
Salah satu karakter ciri khas desain Auguste terletak pada nuansa minimalis yang menjadi fokus area kedua. “Sederhana itu mudah, minimalis itu rumit” demikian ia menjabarkan perspektif modenya. Kerumitannya hadir dari konstruksi pola yang menciptakan nuansa seamless. Ia mengaku melakukan riset juga trial dan error yang cukup panjang untuk bisa menghasilkan hal itu.
Area ketiga bicara tentang arsitektur di mana sang desainer menciptakan nuansa konstruktif pada kreasi bolero berwarna biru royal nan mewah. Di pameran ini, narasi akan filosofi budaya dan kurasi karyanya dilakukan bersama oleh Dr Sadiah Boonstra, yang merupakan kurator independen dan merupakan honorary fellow di University of Melbourne. Pameran ini berlokasi di Lantai 5 Plaza Indonesia Jakarta dan dibuka hingga 10 September 2023.