Puma x McLaren Racing Hadir di Global Showcase Mobil F1 MCL40

Consists of the replica and the fanwear range.

 

Ketika Puma menghadirkan motorsport shoes pertamanya pada tahun 1980-an untuk pembalap legendaris Stefan Bellof, label Jerman ciptaan Rudolf Dassler asal Herzogenaurach itu – kota para shoe makers sejak Abad Pertengahan –  sudah mapan dengan shoes engineering berbagai jenis olahraga lain. Brand yang resmi lahir di 1948 tersebut telah menjadi bagian kisah kemenangan para world champions.

Pelari Etiopia Abebe Bikila memenangkan medali emas di Olimpiade Musim Panas Tokyo, Jepang, pada tahun 1964 mengenakan Puma. Pada Piala Dunia 1970, Pelé sang striker sepak bola Brazil bermain mengenakan boots Puma King dan dianugerahi “Player of the Tournament”. Puma Clyde di tahun 70-an lahir untuk permintaan custom-made basketball shoes oleh NBA Champions Walt Frazier. Petenis Martina Navrátilová membawa nama Puma melambung di cabang tersebut melalui sederet prestasi pada dekade 80-an, termasuk rekor Open Era dengan 59 major titles yang dimenangkan oleh single player.

Untuk Formula 1 sendiri, expertise teknikal Puma dalam pembuatan sepatu olahraga mewujud pada Puma Speedcat di 2000-an, sebuah fitur yang diadaptasi dari versi fireproof untuk pebalap F1 di akhir 90-an dengan thin sole dan sleek design. Pada 2001, Puma secara resmi menjadi penyuplai footwear dan clothing untuk tim balap Jordan Grand Prix. Sejak saat itu, relasi Puma dengan dunia car racing semakin mengakar lewat kolaborasi dengan Michael Schumacher dan Lewis Hamilton; juga membuat produk untuk tim-tim besar seperti Mercedes-AMG Petronas F1, Scuderia Ferrari serta Red Bull Racing.

Menjadi F1 exclusive merchandise retail partner di 2019 dan official provider di 2024 untuk berbagai items yang dikenakan staf F1, kini Puma menambah portofolio kolaborasinya dengan bergandengan bersama Papaya Team, McLaren. Sebagai bagian dari multi-year partnership itu, Puma mengkreasikan team kit untuk McLaren Mastercard F1 Team serta koleksi-koleksi untuk konsumen publik.

I cannot think of a better partner than sportswear giant PUMA to help us supercharge our portfolio of fan wear. We know fans want to express their passion for our sport both at and away from track, and PUMA’s innovative approach to design and culture will offer exciting collections and experiences worldwide,” ungkap Zak Brown, CEO McLaren Racing, mengenai rangkaian yang diperuntukan bagi para fans.

Di bawah payung koleksi perdana Puma x McLaren Racing Lifestyle Collection, terdapat dua kategori yang diperkenalkan. Pertama adalah Replica yang berisi pieces replika official clothing para pebalap dan team members McLaren di paddock. Termasuk di antaranya adalah topi, t-shirt, dan polo shirt yang menjadi seragam tim. Sementara itu, kategori Fanwear hadir lebih beragam mencakup sneaker speedcat, coach jacket, hoodie, sweatshirt, t-shirt lengan panjang dan pendek, pants, shorts, serta topi.

Koleksi-koleksi tersebut ditampilkan beberapa waktu lalu dalam sebuah aktivasi global reveal McLaren Mastercard Formula 1 Team livery yang digelar serentak di Bahrain, Las Vegas, London, dan Jakarta. Memenuhi undangan revealing night party, The Editors Club melihat secara dekat tersibaknya mobil balap MCL40 yang akan berlaga di perhelatan F1 musim ini. Akan dikendarai oleh  Lando Norris and Oscar Piastri, MCL40 dirancang oleh Chief Designer Rob Marshall menjadi lebih kecil dan ringan dengan power unit lebih simple, serta penambahan porsi sumber energi elektrik dalam perbandingannya dengan bahan bakar fosil. Hal ini dilakukan seturut berbagai perubahan regulasi F1 dan tentunya untuk mendukung tim agar tetap  menjadi juara dunia – after the victory in 2024 and in 2025 where Norris achieved his first F1 World Champion title.

Terbuka untuk dilihat publik hingga pertengahan Februari, eksibisi mobil tersebut diiringi oleh showcase dari koleksi Puma x McLaren Racing. Koleksi terbaru Puma x McLaren sendiri tersedia di toko-toko Puma terpilih, kanal ritel resmi Puma di Indonesia, serta secara online di id.puma.com.