Prediksi Pemulihan Industri Fashion di 2021

Vaccine won’t change the situation overnight.

 

Tak menampik bahwa tahun 2020 merupakan tahun yang buruk bagi industri fashion. Bagi banyak pelaku industri, pandemi Covid-19 tak hanya menghantam permintaan yang kian merosot, namun juga lapangan kerja yang semakin berkurang dan aktivitas supply-chain yang terporak-poranda. Hingga saat ini, ketersediaan vaksin menjadi harapan untuk membuat pemulihan industri ini lancar. Namun seberapa efektifkah langkah tersebut?

Uncertainty remains high, including with regard to the dynamics of the pandemic and the timing of vaccine rollouts,” tutur pihak European Central Bank. Aktivitas pengembangan vaksin memang sudah selangkah lebih maju dengan kabar yang menunjukkan bahwa sudah dimulainya aktivitas vaksinasi seperti di Inggris. Beberapa rumah mode juga sudah mulai menunjukkan pertumbuhan penjualan. Namun memerlukan proses lebih lama untuk industri fashion bisa memulihkan aktivitas ekonominya seperti sediakala. 

Terdapat 2 skenario masa depan mode yang dirilis di laporan berjudul State of Fashion 2021 oleh Business of Fashion dan McKinsey. Pertama apabila vaksinasi sukses, penjualan fashion secara global akan turun sebesar 0 sampai 5 persen dibandingkan tahun 2019, dan akan pulih di kuartal ke-3 tahun 2022. Sementara yang ke-2, prediksinya lebih buruk yakni dengan penurunan penjualan 10% hingga 15% dibanding tahun 2019 dan akan pulih kembali di kuartal keempat di tahun 2023. “The vaccine will not solve our problems overnight,” tutur Achim Berg pemimpin divisi global apparel, fashion dan luxury di McKinsey. 

Masih belum pastinya keefektifan vaksin membuat tantangan publik untuk berbelanja. Hal ini terkait pula dengan kebijakan otoritas setempat. Seperti pemberlakuan pembatasan aktivitas di store, larangan untuk traveling dan pengadaan offline events yang mengundang kerumunan. Mengacu pada hal ini, terdapat bukti bahwa melakukan penjualan secara online bisa meningkatkan stimulus penjualan dengan membuat konsumen terkoneksi kembali kepada brand bila dilakukan dengan peralatan digital memadai. Tetapi, butuh data lebih lanjut untuk membuktikan sejauh mana langkah ini bisa efektif.

Tahun 2021 disebut menjadi tahun transisi untuk pemulihan ekonomi. Di tengah ketidakpastian ini, penting untuk mengukur langkah dan memutuskan berdasarkan data dan analitik. Pendekatan yang fleksibel dibutuhkan untuk mencapai hasil laporan yang efektif. “It’s hard to forecast if you don’t know what the world will look like,” tutup Achim Berg.