Perayaan 15 Tahun Perjalanan Yosafat Dwi Kurniawan

A reflection in the form of a collection.

 

Desainer Yosafat Dwi Kurniawan menoleh pada lima belas tahun perjalan kariernya. Di sana, ia menyadari karyanya bernapas dari retakan-retakan kecil. Selayaknya kain yang merangkai karya adibusana ketika dijahit ulang setelah dibongkar, atau siluet yang menemukan bentuk dari distorsi. 

Justru di sanalah letak keindahannya, ada celah menyala, sebagai tempat di mana ia belajar bahwa fashion menjadi motivasi untuk selalu menyatukan semangatnya. “Bahwa setelah 15 tahun, saya bangga bahwa saya masih belajar, masih berkembang dan masih mau memperbaiki diri, ” tutur sang desainer.

Refleksi itu dituangkan Yosafat lewat koleksi bertajuk “Time Dilation”. Dalam sebuah peragaan di Pita SCBD Jakarta, Yosafat mempresentasikan 21 looks anggun-seduktif yang terinspirasi oleh teknik rancang beberapa couturier legendaris. Ia mengimajinasikan karya-karya tersebut berada dalam dimensi waktu masa kini.

Salah satu yang dirujuknya adalah formalitas era 40-an, di mana paduan konstruksi bagian pinggang dan tea length skirt volumetrik membentuk siluet hourglass. Yosafat menginterpretasinya lewat bar jacket bermaterial velvet dan lengan berdetail embellishments padu rok midi bervolume.

Material tweed ditafsirkan dalam siluet feminin oleh Yosafat. Material tersebut didesain menjadi bentuk peplum top aksen multi-ruffle dan midi skirt maupun peplum cape dan pencil skirt. Sentuhan metalik menyempurnakan looks tersebut yang memberi nuansa futuristik, dan merupakan palet favorit sang desainer.

Warna itu juga teraplikasi pada material snakeskin yang menjadi bagian sebuah jacket dress, tampil flouncy pada kreasi ball skirt, hingga membawa nuansa elegan di kreasi elongated tail skirt. Rona palet tersebut turut hadir dalam efek iridescent lewat material chainmail yang seksi menjadi kreasi halterneck top dan mini skirt.

Siluet arsitektural menyuguhkan nuansa dramatis di koleksi ini, seperti tube top yang didesain dengan ujung meruncing dan asimetris. Velvet top memiliki imbuhan encrusted straps yang glamor. Ruffle ball skirt hingga balloon skirt hitam klasik menciptakan instant luxe yang elegan. 

“Saya berharap, 15 tahun dari sekarang saya masih tetap semangat, masih memiliki keinginan belajar, dan masih memiliki rasa antusias sebagaimana seorang Yosafat 15 tahun yang lalu, “ ujar desainer yang tahun lalu resmi bergabung dengan Indonesia Fashion Designer Council (IFDC).